Tolong.... Rahang Anak Saya Lepas..!!!

image

 

Cerita ini bermula pada Jum’at malam menjelang Sabtu 3 hari yang lalu, ketika itu jam dinding menunjukkan angka 12 tepat. Saat itu Saya, yang kebetulan baru sejam yang lalu kembali kerumah setelah beraktivitas di luar rumah, menggendong anak pertama Saya untuk dipipiskan di kamar mandi, tapi kaget bukan kepalang ketika proses rutin pemipisan anak Saya itu selesai Saya mendengar anak Saya menjerit-jerit kesakitan…

Setelah ditelisik ternyata diantara kuping dan rahang anak Saya terdapat benjolan dikedua sisinya, pikiran Saya melayang kepada cerita bagaimana pernah ada orang yang rahangnya lepas dari dudukan tulangnya akibat terlalu lebar menguap….. jangan2 Si Abang anak Saya???…

Setelah menunggu beberapa saat untuk mengetahui perkembangannya, Kami (Saya dan Istri) memutuskan membawanya ke UGD RS Banyumanik, karena Si Abang anak Saya terus menerus berteriak kesakitan…

Kurang dari Jam 1, Kami tiba di tempat yang dituju. Orang pertama yang memeriksa adalah seorang yang belakangan baru Saya tau kalau yang bersangkutan bukan dokter jaganya, orang tersebut dengan mantapnya berkata kemungkinan anak Saya menderita kasus seperti dugaan Saya… serrrr…. jantung ini rasanya seperti jatuh dari ketinggian…..

Gak beberapa lama, datanglah dokter jaganya yang langsung Saya kejar dan berondong dengan pertanyaan2. Setelah dilakukan pemeriksaan anak Saya didiagnosis menderita GONDONGAN…aaahhhh… jantung ini serasa disiram air dingin menyegarkan. Paling tidak derita anak Saya tidak separah dugaan awal Saya….weh lega rasanya…


**************

 

Temans, mungkin informasi berikut ini bisa bermangpaat untuk kita……

Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) adalah suatu penyakit menular dimana sesorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah.

Tersebar di seluruh dunia dan penyakit gondongan dapat timbul secara endemic atau epidemik, Gangguan ini cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya…..ffuuiihhh….
Penyebaran virus dapat ditularkan melalui kontak langsung, percikan ludah, bahan muntah, mungkin dengan urin – jadi teringat jum’at pagi sebelum malam kejadian itu anak Saya melakukan aktivitas renang bersama teman2nya.

Penyakit gondongan sebenarnya tergolong dalam “self limiting disease” (penyakit yg sembuh sendiri tanpa diobati). Penderita penyakit gondongan sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah, diberikan diet makanan cair dan lunak. Pengobatan hanya ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar (parotis) membengkak. Dapat digunakan obat pereda panas dan nyeri (antipiretik dan analgesik) misalnya Parasetamol dan sejenisnya

Jika biasanya penderita gondongan diberikan blau (warna biru untuk mencuci pakaian), sebenarnya itu secara klinis tidak ada hubungannya. Kemungkinan besar hanya agar anak yang terkena penyakit Gondongan ini malu jika main keluar dengan wajah belepotan blau, sehingga harapannya anak tersebut istirahat dirumah yang cukup untuk membantu proses kesembuhan.


Demikian Adanya
~TheEnd~


Salam Sehat Berkelimpahan...!!
@ludwinardi | 313FE116
www.ludwinardi.com

 

**Republish from my FB 2010**

 

 

 

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+1+5

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors