ASKES: Antara Gengsi Dan Catatannya...

image

GENGSI...


Itulah kesan pertama yang Saya dapati bila seorang yang memiliki hak atas ASKES namun tidak menggunakannya secara maksimal..

"kayak orang gak punyak duit sahaja.."

Begitulah kurang lebih lanjutan penjelasannya, seolah meyakinkan bahwa pengguna ASKES hanya untuk orang yang tidak mampu secara ekonomis saja.

Pada awalnya sayapun berpikiran sama dengan kebanyakan orang itu, namun setelah beberapa kali 'tertolong' dengan penggunaan kartu ASKES tersebut, lambat laun terjadi pergeseran pola pikir Saya, dengan tentunya beberapa catatan bagi penyelenggaranya, namun hal itu tidak mengurangi rasa terima kasih Saya atas terbantunya Saya selama ini.

Ngapain juga kita harus GENGSI... hawong itu hak kita kok untuk meringankan sebagian biaya kesehatan kita, lagipula kan setiap bulannya kita sudah membayar preminya.

Walaupun bagi sebagian pegawai PNS, pembayaran premi itu terkesan memaksa dengan memotong langsung dari gaji yang diterima setiap bulannya dalam satu paket.

Satu diantara beberapa catatan bagi penyelenggara ASKES yang harus terus menerus perlu ditingkatkan adalah segi PELAYANAN-nya.


Antrian Pasian ASKES

 

Dalam kesempatan yang berbeda Saya pernah menggunakan kartu ASKES di lokasi Rumah Sakit yang berbeda (Swasta dan Negeri), namun dikedua institusi yang berbeda itu saya dapati masalah yang sama, yaitu panjang dan mengguritanya antrian pendaftaran ASKES dikedua institusi yang berbeda itu.

Sepertinya perlu dicarikan solusi untuk memecah panjangnya antrian tersebut (diantaranya) dengan memperbanyak loket pelayanan ASKES dirumah sakit-rumah sakit yang menerima pelayanan ASKES, hatta rumah sakit swasta sekalipun.


Antrian Pasien ASKES II

Pengawasan & Pelayanan Dokter adalah hal lain yang perlu menjadi perhatian pihak penyelenggara ASKES.

Contoh sederhana terkait dengan catatan pengawasan Dokter ASKES ini adalah adanya penetapan biaya yang berbeda antara dokter satu dengan lainnya terhadap penetapan harga atas sesuatu yang tidak ditanggung sepenuhnya oleh ASKES.

Penulis dapati misalnya biaya penggantian lensa mata, dengan berdalih lensa yang dipergunakan berbeda dengan lensa lain kebanyakan, lantas dokter tersebut mengenakan harga lensa yang mencapai 2x lipat lebih tinggi dari dokter lainnya dan belakangan Saya ketahui bahwa lensa yang dipergunakan adalah sama dengan kebanyakan.


Pelayanan Dokter Askes

 

Memang tidak ada hal yang sempurna didunia, salah satunya adalah ASKES ini. Namun bukan berarti atas nama GENGSI menafikan sesuatu yang sudah menjadi hak kita, walaupun itu semua kembali juga kepada kita untuk memilihnya.

Serta dilain pihak, bukan berarti karena alasan pelayanan publik/umum yang disubsidi oleh pemerintah, lantas pihak penyelenggara ASKES mengabaikan sisi pelayanan dan kenyamanan penggunanya juga.

Kuncinya barangkali tetap SABAR dan ENJOY saja, SABAR terhadap pembenahan-pembenahan yang Saya yakin terus dilakukan oleh penyelenggara ASKES dan ENJOY terhadap hal-hal yang menjadi kekurangan pihak penyelenggara ASKES selama ini.


Demikian Adanya,
~TheEnd~

  

Salam Sehat Selalu (3S),
@ludwinardi | 313FE116
www.ludwinardi.com

 

@SumberGambar:
- Dokumen Pribadi / ptaskes.com / transaktual.com

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 3+0+4

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors