Jembatan Itu Bernama KH. Noer Ali

image

Sabtu tanggal 13 April 2013 kemarin keberadaan Jembatan KH. Noer Ali akan diresmikan penggunaannya, setelah mengalami penundaan dari yang sebelumnya direncanakan akan diresmikan pada akhir tahun 2012 lalu.


Jembatan yang mungkin kedepan akan identik sebagai ikon baru bagi Kota Bekasi ini dibangun oleh pengembang swasta sekaliber Summarecon yang telah berhasil pada proyek-proyek terdahulunya di Jakarta Utara/Kelapa Gading dan Tangerang/Serpong.

Eksistensi keberadaan jembatan ini yang pada awalnya (mungkin) memang diproyeksikan untuk mengangkat nilai proyek perumahan dan pusat bisnis baru yang sedang di kembangkan oleh pihak Summarecon, menjadi menarik untuk dicermati lebih dalam, karena dengan dibuatnya jalan tembus yang langsung menghubungkan Jl. Ahmad Yani dengan Jl. Perjuangan maka dapat dipastikan hal ini membawa dampak bagi area wilayah utara Kota Bekasi, pada kesempatan ini Saya mencoba mengcapture secara sederhana sebagian dampak-dampak tersebut, sbb:

****************


1. Jembatan KH. Noer Ali dan Solusi Kemacetan

Seperti diketahui bahwa selama ini akses layak yang menghubungkan jantung Kota Bekasi dengan wilayah utara kota Bekasi adalah melalui  Jl. Perjuangan selain Jl. Agus Salim dan Jl. Pejuang / Jl. Lingkar Utara Bekasi, namun seiring dengan bertambahnya volume kendaraan yang kian meningkat keberadaan ketiga akses (terutama Jl. Perjuangan) tersebut sudah tidak lagi efektif.

Kemacetan Di Sekitar Stasiun Bekasi
(Suasana Macet Di Sekitar STA. Bekasi)

Ketidak efektifan ini ditandai dengan rutinnya kemacetan yang terjadi di ketiga akses tersebut setiap harinya, hatta sekalipun itu pada akhir pekan.

Nah... pada sisi ini, keberadaan Jembatan KH. Noer Ali diperkirakan bakal efektif memecah kepadatan kendaraan sehingga dapat mengurangi kemacetan yang terjadi.

Suasana Kemacetan di Jl. Perjuangan

(Suasana Kemacetan di Jl. Perjuangan)

Namun yang menjadi catatan terpenting adalah jangan juga keberadaan jembatan tersebut terkesan hanya memindahkan titik kemacetan dari seputar stasiun KA Bekasi kearah lingkungan wilayah belakang proyek Summarecon atau perumahan-perumahan di utara Kota Bekasi.

2. Jembatan KH. Noer Ali sebagai Penghubung Daerah Tertinggal Kota Bekasi

Ya... Sudah menjadi rahasia umum masyarakat Bekasi dimana wilayah utara Bekasi menjadi salah satu titik kemiskinan dan cenderung tertinggal kondisi perekonomiannya.

Masyarakat Muara Gembong Menanti Bantuan kemanusiaan
(Masyarakat Muara Gembong Menanti Bantuan kemanusiaan)

Wilayah utara yang Saya maksud disini adalah daerah Muara Gembong, saya pernah melihat secara langsung kondisi daerah ini dan ternyata memang sangat berbeda dengan kondisi diwilayah Bekasi lainnya, yang sayangnya fakta kondisi ini terkadang luput dari perhatian pemerintah pada khususnya dan masyarakat Bekasi umumnya.

Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi pintu gerbang pembuka perhatian pengelola kebijakan sehingga pemerataan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat didaerah ini dapat terealisasi kedepannya.

Masyarakat Muara Gembong Berebuti Bantuan
(Masyarakat Muara Gembong Berebuti Bantuan)


3. Jembatan KH. Noer Ali dan Perkembangan Wilayah Utara Bekasi

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan Jembatan KH. Noer Ali menjadi sebab musabab perkembangan secara fisik wilayah utara Bekasi, dimana dampaknya kemudian adalah meningkatnya nilai properti di utara Bekasi.

Indikator sederhana penulis dapati dampak ini dengan adanya beberapa lokasi perumahan baru dengan nilai fantastis serta dimulainya kembali beberapa proyek pembangunan kluster baru pada area kosong perumahan lama yang sebelumnya sudah establish.

Selain indikator pembangunan proyek perumahan, indikasi perkembangan dapat dilihat dari munculnya pasar modern dan pusat perbelanjaan baru serta rencana pembangunan proyek apartemen di utara Kota Bekasi.

Catatan yang turut menjadi penting seiring dengan kemajuan daerah ini adalah kemampuan sinergitas antara pihak swasta dan pihak pemerintah daerah dalam rangka menopang perkembangan daerah utara Bekasi dengan menyediaan infrastruktur sarana dan prasarana yang memadai sehingga ekses beban pembangunan dapat tertanggulangi.

****************


Semoga pengoperasian Jembatan KH. Noer Ali ini tidak hanya memberikan keuntungan sepihak bagi Summarecon sebagai pengembangnya saja, namun juga dapat dirasakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Bekasi Utara khususnya dengan pemerintah daerah Kota Bekasi sebagai perantara dan fasilitatornya.

Ya... Semoga...


DemikianAdanya
~TheEnd~

Salam Sehat, Cerdas dan Ihsan,
@ludwinardi | 313FE116
www.ludwinardi.com

 

 


4 Komentar
image

Fri, 12 Apr 2013 @19:59

faridwajdi

mase, gaya penulisannya kek penelaah/peneliti hasil laporan aja nih, memang, seringkali rutinitas itu tanpa disadari membentuk kita... xixixi

semoga jembatan ini jadi salah satu solusi meminimalisir kemacetan di utara bekasi...

image

Fri, 12 Apr 2013 @22:09

dwi setiawan

mantap nih..
smg bs mnjadi solusi kmacetan d sekitar stasiun. aamiin

image

Sat, 13 Apr 2013 @13:47

Elisabeth Hanung

Saya pernah tinggal di jakarta pak, tau rasanya. Wes semoga semakin baik ke depannya ya

image

Mon, 15 Apr 2013 @08:47

Ludwi Winardi

@All: Pagi ini (Senin pagi-red) suasana titik macet itu sudah berkurang, apakah itu karena adanya fly over itu?? Semoga saja benar adanya.... semoga....


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari
SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors