Jagalah Keluargamu..!!

image

 

Miris hati saya dikala mendapatkan informasi bahwa kerusakan generasi muda penerus bangsa ini sudah sedemikian parahnya, kondisi tersebut sepertinya mengikuti trend global dimana nilai kebaikan yang seharusnya di jaga sudah runtuh digerus gaya hidup dan prilaku yang rusak dan menyimpang.

(Konon kabarnya) BKKBN menginformasikan bahwa hampir disetiap kota besar yang ada di Indonesia terdapat trend kenaikan data dimana gadis-gadis sudah tidak dapat dikatakan sebagai seorang gadis lagi ~tidak perawan.red~, dan Kota Bandung adalah kota yang memiliki rating tertinggi dengan angka mencapai lebih dari 60% diikuti Kota Surabaya, Jakarta dan Kota Jogyakarta.

Belum lagi data dan informasi bahwa secara nasional, kasus aborsi mencapai angka 2 juta kasus setiap tahunnya.

Ada lagi informasi dan data maraknya kasus pemerkosaan yang secara vulgar diberitakan oleh media masa, terutama media televisi. Kasus terbaru yang Saya ketahui melalui televisi adalah kasus pemerkosaan oleh 5 anak SD dengan korbannya adalah temannya sendiri sesama murid SD.

Sungguh mencenangkan bukan...

Namun sayangnya data dan informasi serta kondisi nyata dilapangan ini terkesan terkubur tidak mendapatkan perhatian oleh Pemerintah maupun oleh masyarakat secara umum.

Ya... Faktanya, kondisi memprihatinkan ini seolah tidak 'menarik' dan kalah pamor dibandingkan dengan gonjang-ganjing dunia perpolitikan dan hukum di Indonesia.

Seluruh data, informasi dan kasus-kasus mengerikan dilapangan itu secara gamblang mengindikasikan bahwa telah rapuh dan keroposnya pendidikan keluarga sebagai unsur terdekat dan terkecil yang turut andil memberikan solusi dari lingkaran permasalahan ini.

Disinilah kemudian peran kita untuk mengisi kekosongan itu, karena kalau bukan kita maka siapa lagi yang akan peduli dengan kondisi ini?

Benar kawan, lingkaran permasalah itu semua akan berpulang kepada adanya qowwam atau pemimpin/kepala keluarga sebagai benteng pertahanan pertama dalam menghadapi permasalahan yang ada.

Namun, sudah barang tentu, Ia tidak akan mampu bergerak sendiri menghadapi itu semua. Diperlukan tandem pasangan yang kemudian bersama-sama akan mampu menghadirkan suasana surgawi dalam keluarga, sehingga seluruh elemen anggota keluarga merasa aman dan nyaman didalam benteng sebagai modal pertahanan dari serbuan nilai-nilai keburukan dari luar yang akan senantiasa secara masive mencoba menggerus nilai kebaikan yang ada.

Nakanak

Sudahkah kita menjaga keluarga kita dengan menghadirkan suasana surgawi dalam keluarga kita??


DemikianAdanya,
~TheEnd~

Salam #SayangKeluarga,
@ludwinardi | 313FE116
www.ludwinardi.com

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+3+8

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors