Blackberry... Oh Blackberry

image

 

Kejadian sore itu akan selamanya Saya ingat sebagai pertanda wujud salah satu rasa syukur saya atas karunia-Nya yang mungkin selama ini diabaikan sekaligus pengakuan atas keteledorku.

Hal yang mungkin kecil bagi orang lain namun begitu berharga dimata saya ini terkait dengan Blackberry milik saya, benda kecil yang belakangan ini saya intimi optimasi penggunaannya setelah sebelumnya menjadi orang yang paling antipati terhadap keberadaannya.

Cerita bermula ketika dalam waktu bersamaan saya menggunakan Blackberry saya ditangan kiri saya menelpon dan BBM-an dengan istri tercinta diseberang sana sementara tangan kanan memijit tuts tombol ATM bertransaksi banking serta mengecek saldo.

Setelah tuntas aktivitas ganda saya itu, dengan sedikit terburu saya bergegas menuju motor yang terparkir tidak terpaut jauh dari kotak ATM salah satu Bank swasta dipinggiran kota, berburu waktu karena lamat terdengar suara panggilan waktu maghrib.

Semua tampak biasa dan normal ketika akhirnya saya tiba dirumah dan sempat bercanda dengan ketiga jagoanku, sampai beberapa saat usai melaksanakan sholat maghrib seolah saya disadarkan akan keberadaan Blackberry saya...

RAIB...

Ya... Blackberryku raib bin mising binti hilang secara tiba-tiba... Kepanikan sekonyong-konyong menyebar ke seantro ruangan rumah mungil itu, dari istri dan anak yang paling besar sampai anak yang paling kecil dengan cepat tertular virus panik itu.

Pikiran yang tercemar virus panik itu langsung fokus tertuju beberapa aktivitas yang baru saja kulalui, tombol rewind itu akhirnya saya pijit.... ngung..ngung..ngung.

Diriku tertarik kebelakng oleh waktu dan terlihat bercanda dengan ketiga jagoanku kemudian berjalan mundur menuju motor, naik motor, mengendarai motor mundur menuju jalan komplek, jalan lingkar utara, jalan perjuangan dan kemudian motor berhenti parkir didepan sebuah ruang ATM, lantas berjalan mundur masuk kedalam ruangan ATM, terlihat juga tangan kanan memijit tuts tombol ATM sementara tangan kiri memegang Blackberry hitam yang menjadi sumber kepanikan itu....

STOP...

Sontak aku tersadar...
Masya Allah
.... barang itu lupa tertinggal di atas mesin ATM...

Setengah berlari aku menuju motor meninggalkan ocehan istriku dan riuhnya suara 3 anak kecil di ruang tamu sempit itu...

Motor tua itu kupaksa porsir berlari menembus malam, menerjang lubang jalanan dan memecah lalu lintas yang sedikit padat, sementara pikiran melayang mengingat sebuah artikel sahabatku Farid Wajdi yang pernah menceritakan pengalaman kehilangan Blackberry-nya disini.

Ya Allah
... Tapi amalku belum sebanyak amal temanku itu yang akhir ceritanya  ditutup dengan manis dengan kembalinya Blackberry-nya yang hilang itu... Pikiranku melayang liar...

Terbayang ratusan kontak relasi kerja dan bisnis serta tulisan-tulisanku bakal raib ditelan bumi....ahh.. Tak sanggup kubayangkan hari-hariku setelahnya tanpa Blackberryku itu....

Sesampainya didepan ATM itu aku berpapasan dengan pegawai bank swasta itu (tadinya kupikir ybs seorang satpam dgn rambut cepak/botaknya), tanpa memberi kesempatan berbicara terlebih dahulu kuberondong orang itu dengan pertanyaan yang sedikit terselip nada curiga...

Namun tak mau kalah orang itu memotong...

"Sudah dicoba ditelpun pak hapenya..." Potongnya dengan muka inosen...

Ahhh... Iya juga ya, tadi belum sempat kutelfon hape itu, pikirku dalam hati...

Namun lain dipikiran lain dimulut...

"Sudah... Sudah saya telfon tadi tapi gak diangkat..." Jawabku membela diri dan bersikap defense... Sambil tangan ini merogoh kantong baju untuk mengambil hape lainnya dan bermaksud menelpon nomor Blackberry saya...

Tuut...tuut...tuut....

Bersamaan dengan terdengar nada tunggu ditelingaku, dari kantong saku belakang celanaku terasa ada getaran kecil menggelitik...

Masih belum tersadar, kucoba kembali menelfon nomor Blackberry itu...

Tuut...tuut...tuut....

Kejadian sama terulang, bersamaan dgn terdengar nada tunggu terasa getaran kecil menggelitik dari saku belakang celanaku...

BYUURR....

seperti diguyur air seember membasahi rasa malu-ku yang tertahan, tersadar kalo disaku belakang celanaku ada sesuatu benda kotak keras aneh bukan semisal dompet...

"Bisa ditelfon Pak hapenya..??"

Selidik orang setengah botak yang mematung dihadapanku, mencoba menghancurkan benteng pertahanan ke-malu-anku.

"Nyambung tapi kok gak diangkat-angkat ya..."

Jawabku cepat sambil melipir menuju motorku.

"Ya sudahlah Mas, biarin aja..."

Serobotku lagi sebelum orang itu bertanya lebih jauh sambil memasang tampilan pura-pura ikhlas kehilangan sesuatu.


DemikianAdanya,
~TheEnd~

Salam Malu2in,
@ludwinardi | 313FE116
http://ludwinardi.com

 


1 Komentar
image

Thu, 25 Apr 2013 @17:24

kamseupay

*nahantawa :$


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari
SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors