Si Ganteng Masuk SD (End): Hari Pengumuman....

image

 

Akhirnya malam mencekam antara rasa cemasnya perasaan Hanif anakku dan insting keyakinanku sebagai orang tua seperti diceritakan sebelumnya disini, berlahan terlewati.

Kebiasaan yang sangat jarang, ketika pagi itu Hanif tergugah bangun dengan sendirinya sebelum azan shubuh berkumandang, dugaan saya adalah disebabkan rasa cemas menunggu pengumuman hari itu.

Namun berhubung hari itu merupakan hari kerja, maka saya tidak dapat mendampingi anakku melihat hasil pengumuman.

Karena istri Saya tak kunjung memberi kabar berita, akhirnya pada jam istirahat saya paksakan untuk kesekolah untuk melihat pengumuman yang membuatnya cemas itu.

Pencarian nama itupun dimulai.... Jreng..Jreng...

Kuurut dari yang teratas 1,2,3,..5,..10,..21,..30,... Belum juga kudapati nama itu.. "Hanif Abdullah Hafizh" dimana dia gerangan.

Kulanjutkan 50,51,52,..70,..73,..77,.. Belum juga muncul namanya, pelan tapi pasti perasaan cemas anakku tadi malam kembali menjalari tubuhku, mulai dari jari telunjuk yang kugunakan melacak nama itu dipapan pengumuman menjalar terus ke seluruh lengan... MENCEKAM...

"Ayah, kalo nanti besok Hanif gak lulus gimana yah...?" Kembali pertanyaan itu mengiang kecil ditelingaku, menghantam keyakinanku..

90,91,92,93,94,95,..100... Ya Allah
, belum ada juga... Kuhentikan sesaat pencarianku sambil menghela nafas an memandang sekelilingku, tak terasa rasa cemas itu sudah menjangkiti sebagian tubuhku.

"CADANGAN..."

Tulisan itu begitu menggodaku untuk mencarinya dilembaran itu....

1,2,3,4,5,6,..11,..15,..18,..20 tidak juga ada...

"Ayah, kalo nanti besok Hanif gak lulus gimana yah...?" Kali ini terdengar keras menghentak mengiang telingaku, rontok sudah sebagian keyakinanku.

Pikiranku melayang belasan tahun lalu ketika aku berdiri didepan papan pengumuman yang sama mencari namaku di sebuah kampus yang terkenal itu, tapi sepertinya dahulu begitu mudah mencarinya, sementara sekarang ini kok begitu sulit dan mendebarkan, padahal baru masuk sekolah SD loh ini...

101,102,103... Pencarian itupun berlanjut... 120,121,..130,131,..134.. Mataku terpaku di angka 134... Kucoba ulangi lagi...

134. Hanif Abdullah Hafizh.

Serrrr....

Keyakinanku laksana dibangun kembali diatas sebagian puing runtuhannya dan rasa cemas yang sudah menjalari hampir seluruh tubuh berlahan mencair... Hilang...

Alhamdulillah, puji syukur Yaa Allah...

Namamu ada...
Kamu lulus Nak....


Demikian Adanya
~TheEnd~

Salam #SayangKeluarga,
@ludwinardi | 313FE116
www.ludwinardi.com

 


1 Komentar
image

Tue, 28 May 2013 @16:55

ujeng

Alhamdulillah......
semoga barokah mas....


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+4+2

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors