Resiko Bisnis

image

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, kata 'resiko' atau 'risiko' dapat diartikan sebagai akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan.

 

Kata resiko sudah jamak kita ketahui bersama, kata aktiv yang senantiasa mengikuti setiap aktivitas yang kita lakukan.

 

Ya... segala sesuatu yang kita usahakan dan lakukan selalu dihadapkan pertama kali oleh tantangan yang menghadang didepan dan juga resiko yang mengikuti dibelakangnya, dimana kedua-duanya bakal kita temui dalam perjalanan tindakan atau perbuatan kita.

 

Dalam dunia bisnis sudah tidak lagi kita sangsikan, dunia yang cukup dinamis dengan segala pengaruh kondisi internal dan eksternal dan juga kreativitas serta persaingan didalamnya, sudah dapat dipastikan akan ada buanyak sekali resiko-resiko yang bakal ditemui didalamnya oleh para pelakunya.

 

Pengertian letter lux pada kamus tentang resiko tersebut diatas membatasi artinya dalam konteks negatif saja, yangmana diwakilkan dengan kata-kata 'kurang menyenangkan', namun apakah resiko yang ditemui para pelaku bisnis setali tiga uang dengan pengertian tersebut..??

 

Dari begitu banyak resiko yang akan dihadapi oleh pelaku bisnis dari kacamata awam, paling tidak penulis dapati 2 resiko yang paling dirasakan dan mungkin paling membuat penasaran bagi para pelaku bisnis dan khalayak awam diluar lingkaran tersebut, sbb:

 

#1. Menjadi Kaya

Apa yang ada dalam benak sahabat ketika saya mengkategorikan resiko ini sebagai salah satu resiko bisnis yang mungkin akan ditemui oleh para pelaku bisnis??

 

Berdasar pengamatan sederhana dengan menyampling secara acak dari beberapa teman dan relasi, Saya berkesimpulan bahwa kunci yang paling dominan untuk membuka pundi-pundi kekayaan adalah dengan berbisnis yang meliputi berbagai dimensi aktivitasnya. Ya... berbisnis atau berdagang, bukan menjadi pekerja yang menerima gaji tapi jadi pengusaha yang memberi gaji.

 

Banyak contoh yang menunjukkan bagaimana dengan berbisnis, maka kesuksesan duniawi menjadi kaya itu begitu mudahnya diraih, namun bukan berarti jalan itu mudah bagi pelakunya karena karpet merah itu tidak akan mulus dan tanpa onak berduri. Banyak tangis dan kesedihan didalamnya, banyak duka dan nestapa mengiringinya karena inilah karakter jalan itu.

 

Bagi sebagian pelaku, mejadi kaya merupakan impian dan harapan yang harus dicapai dalam kehidupannya, namun mungkin bagi sebagian lain menjadi kaya bukan merupakan cita-cita yang harus diraih, mereka yang dalam golongan ini adalah mereka yang tidak silau dengan gemerlap dunia dan cenderung untuk menghindar menjadi kaya karena takut jebakan-jebakan gemerlap dunia yang dapat menjerumuskan.

 

#2. Cinta Dunia

Resiko ini adalah resiko lanjutan dari butir #1 diatas, sisi inilah sebenarnya yang paling dihindari oleh para pelakunya, karena disinilah inti masalah menjadi kaya seperti disebut pada butir sebelumnya.

 

Bagi sebagian, menjadi kaya adalah ibarat berdiri dibibir jurang kenikmatan/surga dunia yangmana manakala lengah akan terpeleset terjerumus dalam jurang itu sehingga menyebabkan seseorang mencintai dunia dan takut mati serta berujung pada matinya hati.

 

Pada titik inilah resiko bisnis menemukan pangkal akhirnya, ketika para pelaku bisnis telah berhasil menemukan jalan suksesnya yang dapat menghantarkannya menjadi kaya raya namun menjadi lupa daratan dan terbang begitu tingginya. Berapa banyak contoh ketika seseorang sudah terbang begitu tingginya dengan sayap kesuksesannya dalam berbisnis menjadi tiba-tiba jatuh terjerembab karena begitu cintanya kepada gemerlap dunia.

 

Jadi tidak ada kesimpulan yang lebih baik dari tulisan ini kecuali masing-masing kita mempersiapkan diri, keluarga dan lingkungan disekitar kita sebelum kita menginjak karpet merah kesuksesan kita dalam berbisnis.

 

 

Salam Sukses..!!
@ludwinardi | BB 313FE116 | WA 0888 0831 6579
PH 0852 2614 9414 | http://ludwinardi.com

 

#ilustrasi: evomag.co


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors