Lemak dan Kebinasaan Hidup

image


Mungkin sebagian kita (termasuk saya :D) kadang sulit mengatasi dan membatasi pola makan kita, apalagi ketika dihadapkan pada hidangan menggiurkan didepan mata kita. Persis seperti yang pernah saya alami beberapa waktu lalu dalam acara pelatihan yang diadakan kantor saya... setiap waktu makan mesti dihidangkan makanan yang begitu sangat menggoda hati... wuiihhh.. mana tahan dah pokok'e.

 

Ketika pola makan kita sudah diluar kendali dan cenderung tidak terkontrol maka paradigmanya bukan lagi 'makan untuk hidup' namun sudah menjadi paradigma yang salah yaitu 'hidup untuk makan'. Kunci utama permasalahannya adalah salah satunya bagaimana kemudian kita tidak berlebihan dalam hal mengkonsumsi makanan, hatta sekalipun itu dalam bentuk icip-icip alias dikit-dikit tapi semuanya dimasukan dalam perut kita.

 

Padahal Dzat Sang Kuasa telah menyuruh kita untuk tidak berlebihan dan melampaui batas dalam mengkonsumsi makanan sehingga terhindar dari kemurkaanNya dan barang siapa diantara kita ditimpa kemurkaanNya, maka binasalah kita (QS.20:81).

 

+ Yep... binasalah kita alias matek bin dicabut nyawanya. Bagaimana bisa??

- Sangat bisa....

+ Apapun ceritanya kalau yang punya kehidupan sudah berkehendak, maka jadilah...

- Begini jalan ceritanya...

 

Ketika kita makan makanan berlebih dan melampaui batasnya, maka kelebihan makanan itu akan disimpan dibawah kulit kita sehingga berdampak pada kelebihan lemak dalam tubuh kita, lemak yang berlebih inilah yang kemudian menjadi sarang timbulnya penyakit yang bernama jantung koroner yang merupakan pematik pertama bagi adanya serangan jantung yang sangat mematikan itu.

 

Makin tinggi kandungan lemak akibat makanan berlebih makin rentan sakit jantung koroner dan makin berpeluang menghadapi serangan jantung. Kematian yang diakibatkan oleh serangan jantung sangat rentan menyerang seseorang yang memiliki jantung koroner.

 

Lemak yang berlebih pada tubuh kita juga berpotensial mengakibatkan penyumbatan pada syaraf yang sejatinya bertugas mengalirkan darah dan oksigen kedalam otak kita, sehingga akibat berikutnya akan berdampak pada munculnya stroke yang dapat berujung kepada kematian.

 

Selain dampak tersumbatnya syaraf, kelebihan lemak juga berakibat pada tersumbatnya sistem pembuluh darah kita, yang kemudian berakibat akan adanya penyakit hipertensi. Bahkan lebih dari itu semua, kelebihan lemak dapat juga  mempengaruhi secara langsung suasana kebahagiaan pasangan suami istri (you know lah apa itu yang dimaksud.. :D)

 

So mentemen....

 

Kenikmatan hidup tidak mesti melulu diukur dengan makan makanan yang enak lagi lezat, makanlah secukupnya, mulailah makan bila datang rasa lapar itu dan berhentilah makan sebelum datang kenyangnya serta usahakan hindari makanan berlemak.

 

Save your future, save your live....

 

 

Salam Sehat Sejahtera...!!
@ludwinardi | BB 313FE116 | WA 0888 0831 6579
PH 0852 2614 9414 | http://ludwinardi.com


#Ilustrasi: merdeka.com


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+3+0

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors