Simbolisasi Padang Arrafah

image


Sejak tergelincirnya matahari pada 9 Dzulhijjah yang lalu sampai dengan terbitnya fajar pada 10 Dzulhijjah pada keesokan harinya, jemaah haji yang berasal dari seluruh dunia berkumpul di satu titik tempat yang bernama Padang Arrafah untuk melaksanakan ibadah puncak ritual haji yaitu wukuf.

 

Aktivitas ini merupakan rukun wajib yang harus dilakukan oleh calon jama'ah haji untuk melengkapi ritual-ritual lain yang telah dilakukannya selama 40 hari di tanah suci, seorang tidak dianggap melaksanakan rukun islam kelima ini manakala dirinya tidak melaksanakan ibadah puncak dalam haji dengan berwukuf di Padang Arrafah.

 

Allah SWT Sang Sutradara kehidupan telah merancang skenario sedemikian rupa sehingga menempatkan posisi Padang Arrafah menjadi begitu penting sebagai puncak ritual dalam pelaksanaan ibadah haji umat muslim diseluruh dunia.

 

Arrafah secara bahasa dapat diartikan sebagai 'pertemuan', karena ditempat inilah Allah SWT kemudian menakdirkan Adam dan Hawa bertemu kembali setelah keduanya dipersatukan di surga dan kemudian dipisahkan serta diturunkan masing-masing ke bumi.

 

Merekalah yang menjadi manusia pertama yang diciptakan Allah SWT dan menjadi penghuni pertama yang Allah SWT turunkan kebumi, Adam diturunkan Allah SWT di suatu tempat di India sementara Hawa diturunkan Allah SWT di Irak sebuah tempat yang beratus kilo jaraknya dari India, dan selama 200 tahun pencarian keduanya dipertemukan kembali diwilayah Jabal Rahmah disebuah padang pasir luas yang kemudian disebut Padang Arrafah.

 

Ditempat inilah kemudian pada masa-masa setelah peristiwa 'pertemuan' yang menyejarah itu menjadi titik pertemuan kembali manusia-manusia diseluruh dunia khususnya umat muslim dalam rangka berdiam diri dan taqarub mendekatkan diri kepada-Nya dengan berdzikir mengagungkan asma Allah SWT.

 

Di Padang Arrafah inilah para kaya bercampur baur dengan para miskin, para pimpinan bertemu lutut dengan para bawahan yang dipimpinnya, dipadang pasir inilah manusia bertemu; bertatap dan berbaur tanpa membedakan status jabatan dan status sosialnya, mereka semua beribadah kepada Allah SWT dengan berdiam diri mendekatkan diri pada-Nya.

 

Dipadang pasir yang tandus itulah kemudian menjadi simbol bermulanya peradaban manusia, mengisi cerita tentang baik buruknya bumi dan menghiasi perjalanan bumi dari masa ke masa baik suka maupun duka. Pada sisi inilah kemudian Padang Arrafah berperan memberi nilai bagi roda kehidupan umat manusia, bahwa titik nol peradaban dimulai disebuah padang pasir gersang nan tandus di Padang Arrafah, nilai inilah yang Allah SWT coba pantulkan di cermin hati setiap umat muslim yang telah melaksanakan ibadah haji.

 

Tugas dan kewajiban kita kemudian adalah menjaga agar cermin hati masing-masing kita bersih dari kotor dan debu sehingga nilai kehidupan itu tidak karam terselimut debu dan kotor namun sebaliknya nilai itu memantul keluar menjadi aksi nyata dalam kehidupan masing-masing kita.

 

Sudahkah masing-masing kita membersihkan cermin hati kita dan menjaganya dari debu dan kotor??

 

 

Salam Haji...!!!
@ludwinardi | BB 313FE116 | WA 0888 0831 6579
PH 0852 2614 9414 | http://ludwinardi.com

 

#Ilustrasi: internet


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 2+5+3

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors