Qurban adalah Seni Berbagi

image

Beberapa waktu lalu saya sempat mendengar percakapan antara penyiar radio dengan seorang narasumber yang adalah seorang pengurus lembaga penyelenggara qurban dengan dialog kurang lebih sbb:

 

Penyiar Radio (PR): Bagaimana pelaksanaan qurban di Kota X Pak..??

Narasumber (N): Alhamdulillah semua berjalan baik dan lancar, tiada kendala berarti dilapangan...

PR: Lantas bagaimana pelaksanaannya dibanding pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya? Apakah ada perkembangan berupa semakin berkurangnya penerima qurban??

N: Alhamdulillah terdapat peningkatan jumlah pequrban yang semakin meningkatkan bertambah setiap tahunnya...

 

Perhatikan satu kalimat tanya dan jawaban terakhir...

 

Pada dua kalimat terakhir itu saya berpikir, apakah memang tujuan berqurban adalah agar dapat mengurangi jumlah penerima qurban?? Atau lebih jauh dalam bahasa ekonominya qurban bertujuan untuk pengentasan kemiskinan??

 

Pastinya masing-masing kita akan punya jawaban untuk menjawab pertanyaan itu, namun disitu kemudian jeda saya semakin dalam, sepertinya sepintas kilas pertanyaan tersebut telah diluruskan oleh jawaban yang diberikan oleh narasumber yang tiada salahnya kita kupas dan diskusikan bersama.

 

Saya sepenuhnya sepakat dengan jawaban dari narasumber yang sekaligus meluruskan pertanyaan yang dirasakan kurang tepat tersebut. Bahwa fokus utama qurban adalah bukan untuk mengurangi jumlah penerimanya yang berdampak pada pengentasan kemiskinan, namun ibadah qurban itu lebih konsen bagaimana menambah jumlah pequrban sehingga akan lebih banyak daging qurban yang terdistribusi ke banyak kalangan tanpa terkecuali miskin atau tidak miskin, karena sejatinya hasil kurban adalah untuk semua kalangan.

 

Qurban adalah tentang seni berbagi, berbagi atas kelebihan harta yang diperoleh setahun sebelumnya; berbagi atas keberhasilan yang berhasil dicapainya sepanjang tahun kebelakang dan berbagi atas kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Sang Pencipta kepada kita, berbagi kepada semua kalangan tanpa memperhatikan status yang ada. Dan semua itu direpresentasikan dengan seekor sapi dan kambing atau hewan ternak lain yang memang sudah disyariatkan.

 

Ibadah qurban adalah ibadah yang menaklukan, menaklukan hati atas kesenangan duniawi dan kelimpahannya; menaklukan perasaan mampu berkelebihan harta; menaklukan sifat serakah atas keberhasilan yang mampu dicapainya dan menaklukan diri atas kesombongan hidup.

 

Qurban diharapkan dapat menguatkan, menguatkan si miskin lemah penerima kurban yang mungkin serba kekurangan; menguatkan penerima kurban yang secara ekonomi mampu namun sedang dirundung masalah duniawi; qurban juga menguatkan pequrban yang lupa dan terlena atas kesenangan dunia yang dititipkan kepadanya sementara. Qurban menguatkan jalinan ukhuwah diantara sesama tanpa memperhatikan status dan jabatan.

 

Qurban adalah seni berbagi yang menaklukan kesombongan diri untuk menguatkan persaudaraan antar sesama.

 

 

Salam Qurban...!!!
@ludwinardi | BB 313FE116 | WA 0888 0831 6579
PH 0852 2614 9414 | http://ludwinardi.com

 

#Ilustrasi: Group icon WA Jama'ah Sholahuddin Bekasi

 


1 Komentar
image

Fri, 18 Oct 2013 @10:40

faridwajdi

Setujahh... Memang perlu diluruskan, karena qurban itu berbeda dengan zakat, baik dari segi hukumnya maupun dari peruntukannya...

bagus mase tulisannya... :D


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 6+5+6

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors