Loyalitas

image

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti sebuah outbond training internalisasi nilai-nilai perusahaan, dan yang menarik adalah para trainer yang mendampingi kami selama dua hari satu malam disebuah tempat dipelosok Bogor nan dingin itu adalah sekelompok trainer dari kesatuan khusus pengamanan presiden (Paspampres).

 

Hal inilah yang salah satunya menyebabkan kondisi yang ada berbeda, karena sangat bernuansa militer dalam kedisiplinan dan ketegasan, walaupun games serta permainan lapangan yang ada dirasa cukup biasa-biasa saja utamanya bagi saya.

 

Pada suatu sesi kelas terbuka diwaktu malam hari yang dingin, para trainer yang berlatar belakang militer itu berkesempatan membawakan materi yang bertemakan 'Bela Negara'. Dapat sama-sama kita duga bagaimana kemudian suasana kelas berlangsung malam itu: semangat, riuh, gaduh, sedikit nyeleneh dan emosi yang muncul bercampur baur dalam satu sesi kelas terbuka itu.

 

Spirit nilai bela negara seakan dapat kita rasakan ruhnya didalam kelas, hal itu tidak mengherankan karena mereka para trainer adalah para pelaku yang melaksanakan nilai bela negara tersebut secara langsung dilapangan.

 

Salah satu istilah dari sekian istilah dalam lingkungan militer yang mengemuka pada sesi itu dan menarik perhatian saya adalah istilah:

 

"negara tidak butuh orang pintar, tapi negara lebih membutuhkan orang loyal!"

Terasa sekali semangat komandonya bukan? ?

 

Kita orang awam pada umumnya sudah mahfum bahwa dalam lingkungan militer, loyalitas merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar oleh apapun dan siapapun didunia ini kecuali mungkin oleh para penghianat, loyalitas tunggal dalam lingkup militer lebih kepada loyalitas kepada pimpinan komando dan loyalitas kepada negara serta bangsa.

 

Nilai ini pula yang menjadi bahan bakar penopang tegaknya organisasi militer selama ini, yang terkenal sebagai institusi paling solid yang tiada bandingnya di Indonesia bahkan mungkin diseluruh negara di dunia. Ya... institusi militer menjadi institusi paling solid dinegara manapun dibelahan bumi ini.

 

Kata loyalitas berasal dari bahasa inggris 'loyal' yang artinya setia, loyalitas atau kesetiaan adalah kualitas yang menyebabkan kita tidak menggemingkan dukungan dan pembelaan kita pada sesuatu. Loyalitas lebih banyak bersifat emosional, loyalitas adalah kualitas perasaan dan perasaan tak selalu membutuhkan penjelasan rasional.

Loyalitas merupakan suatu kondisi sikap mental untuk tetap memegang teguh kesetiaan. Loyalitas wajib dipertahankan namun dengan tidak melupakan prinsip dasar bahwa loyalitas tertinggi harus didedikasikan pada hal-hal yang diyakini sebagai kebenaran.

 

Lantas kemudian muncul pertanyaan tentang apakah loyalitas hanya dikenal dan hanya dapat diimplemenasikan dalam lingkup militer saja?

 

Pada kenyataannya nilai dan sikap loyalitas itu sangat dibutuhkan oleh organisasi dan institusi dimanapun dalam rangka mencapai tujuannya, baik swasta maupun di pemerintahan. Nilai dan sikap itulah yang kemudian mendorong setiap anggota organisasi untuk bersemangat bersama-sama bekerja mencapai tujuan serta target-target organisasi yang telah ditetapkan dan direncanakan sebelumnya, budaya dan manfaat baik dari anggota organisasi kepada organisasi itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan pentingnya loyalitas bagi sebuah organisasi yang bertumbuh.

 

Anggota organisasi yang memiliki loyalitas tinggi akan bersedia bekerja bahkan melebihi kondisi biasa, mereka akan bangga menceritakan organisasi mereka kepada orang lain, bersedia menerima berbagai tugas, merasa ada kesamaan nilai visi dan misi dengan organisasinya, merasa terinspirasi, dan mereka akan memperhatikan betul keberlangsungan organisasinya secara keseluruhan sesuai dengan bidang kerjanya.

 

Pertanyaan berikutnya yang perlu jawaban adalah bagaimana kemudian menumbuhkan nilai dan sikap loyalitas itu?

 

Menumbuhkan Nilai dan sikap loyalitas anggota organisasi pada lingkup militer dan non-militer memiliki perbedaan dalam hal cara penerapannya dilapangan, namun pada dasarnya bahan baku atau pupuk yang dipergunakan guna menumbuhkembangkan nilai dan sikap luhur tersebut relatif sama.

 

Bahan baku atau pupuk yang diperlukan dalam rangka menumbuhkan loyalitas anggota organisasi adalah dengan menyentuh hati dengan hati, biarkan mereka merasa aman dan nyaman berada dalam lingkaran organisasi, berikan kepuasan dan kompensasi yang layak sebagai wujud imbal balik kebermanfaatannya dalam organisasi, intinya adalah bagaimana kemudian sebuah organisasi dapat memanusiakan manusia, disitulah letak kata kuncinya.

 

Namun terlepas dari itu semua yang sifatnya berupa loyalitas sementara, jangan sampai kemudian kita melupakan loyalitas tertinggi dan komitmen hakiki kepada Allah SWT Tuhan Semesta Alam, yang merupakan landasan pijakan bagi loyalitas lain yang sifatnya duniawi.

 

 

Salam Semangat Loyalitas!!
@ludwinardi | BB 313FE116 | WA 0888 0831 6579
PH 0852 2614 9414 | http://ludwinardi.com

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari
SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors