Tidung's Fun Trip: Paket Wisata Menembus Ketidakmungkinan

image


Plong!!!

 

Yep itulah yang kita rasakan setelah kita akhirnya dapat melalui dan melaksanakan sebuah perencanaan yang begitu panjang dan memakan waktu yang kita rencanakan sebelumnya dengan suka duka dalam pesimisitas; turun naik dalam semangat dan maju mundurnya penjadwalan pelaksanaan.

 

Itu pula yang kami (saya dan mentemen kantor) rasakan ketika akhirnya kami berhasil melaksanakan sebuah fun trip ke Pulau Tidung pada Sabtu-Ahad tanggal 14-15 Desember 2013 waktu lalu, sebuah ide perjalanan yang digagas secara mandiri dari masing-masing kita dan telah berbilang bulan dalam perencanaan tanpa ada realisasi kepastian pelaksanaan.

 

Sebuah rencana yang sudah pernah terjadwal kepastian hari keberangkatannya namun kemudian tiba-tiba, entah kenapa, menjadi batal berangkat. Inilah yang kemudian berakibat timbul pesimistis diantara para perencana ditengah badai cemoohan; cibiran dan ejekan teman lain yang percaya kemustahilan pelaksanaan agenda kegiatan itu.

 

Sampai akhirnya suatu ketika dalam rencana penjadwalan ulang pelaksanaan, ada salah satu peserta yang kemudian berhasil mengangkat semangat dan mental para perencana serta meyakinkan mereka semua perihal pastinya kepastian keberangkatan menuju Pulau Tidung.

 

Dengan meyakinkannya, peserta tersebut membayar lunas biaya paket perjalanan ke Pulau Tidung itu langsung dimuka dan perubahan optimisme ini sempat sebentar saya rekam terlihat dalam raut peserta. Belakangan sampai berita kepada saya bahwa teman satu itu harus rela mengorbankan agenda yang terkait dengan pengembangan networking bisnisnya demi untuk terealisasinya rencana tersebut, memang semua ada waktunya bagi kita untuk memilih.

 

Namun kondisi optimisme tersebut tidak bertahan lama, ketika mendekati hari H, aura pesimis kembali kami rasakan ketika ada beberapa peserta menampakkan keraguannya untuk berangkat dengan berbagai alasan, bahkan ada dua peserta yang kemudian secara sepihak membatalkan rencananya untuk ikut serta, kembali mental dan semangat para peserta tampak anjlok.

 

-----

 

Akhirnya sampailah kami pada Hari Sabtu pagi yang sudah ditentukan sebelumnya...

 

Namun ternyata perjuangan menembus ketidakmungkinan itu tidak sekalipun sekejap berhenti, tantangan pertama di hari yang sudah ditentukan tersebut adalah waktu keberangkatan yang dini hari harus dilakukan oleh peserta yang tidak semuanya berdomisili dalam satu Kota, sehingga kami wajib sudah berangkat keluar dari rumah masing-masing sebelum waktu menunjuk pukul 4 dini hari atau sebelum memasuki waktu ibadah sholat shubuh. Sementara satu-dua peserta yang berdomisili jauh dikota yang berbeda harus berjuang mengejar commuter pemberangkatan yang paling awal.

 

Dan seiring dengan dimulainya rencana perjalanan, sejak awal pelaksanaan banyak bermunculanlah kemudian cerita pengalaman-pengalaman yang menghiasi perjalanan kami.

 

Ada yang kemudian karena lupa tidak membawa handuk, akhirnya memaksa menggantikan fungsi handuk dengan serbet. Adapula yang harus rela dalam antrian panjang buang hajat, padahal posisi hajat sudah diujung tanduk.

 

Ada yang harus merelakan kehilangan sendal gunung dan kaos kesayangannya karena dibawa kabur oleh pencuri ketika kami semua terlelap dalam mimpi karena terbungkus lelah. Ada juga tiga-empat peserta dengan status jomblo berniat hunting gadis-gadia disepanjang perjalanan fun trip, namun yang didapat tidak lebih dari tetesan liur kekaguman dan keterpesonaan dari gadis yang diincarnya.

 

Ada yang berpeluh lelah karena justru liburan yang dilakoninya justru tidak seperti liburan yang diimpikannya, karena ia harus ngangon anaknya yang beranjak remaja yang merengek ingin ikut serta. Ada pula seorang tua peserta yang tiba-tiba saja ngidam es kelapa muda digelap malam dipinggir pantai dalam dekapan angin. Juga kisah sedih peserta yang harus banyak bersabar dan syukur karena handphone high-end-nya menjadi tidak berfungsi gara-gara permainan kapal pisang.

 

Ada peserta yang salah kostum dengan berdandan maksimal bak ingin pergi ke mal lengkap dengan rambut klimis; pakaian rapi dan kaki yang berbalut kaos kaki dan sendal gunung, padahal tujuannya adalah kedermaga yang penuh kubangan dan hiruk dengan berbagai orang serta berbau amis ikan. Adapula peserta yang seperti menikmati sendiri waktu-waktunya dengan blusukan ke pelosok pulau, padahal telah ditunggu peserta lain untuk melaksanakan agenda kegiatan yang sudah dijadwalkan.

 

Itulah ceritanya kawan...

 

Ternyata dibalik tembok ketidakmungkinan itu terhampar sebuah keindahan persaudaraan, terlukis menariknya pengalaman dan petualangan serta terekam manisnya kenangan.

 

Maka dari itu...
Jebol dan hancurkanlah tembok itu kawan!!

 

 

Salam Semangat Berlibur!!!
@ludwinardi | PH/WA 0852 2614 9414 
http://ludwinardi.com


2 Komentar
image

Mon, 16 Dec 2013 @17:45

Dwi Joko Susilo

Hoahm....

image

Mon, 16 Dec 2013 @17:49

@ludwinardi

Tidor molo....!!!
Bangun-bangun, hayok kite lanjalan.....


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+3+1

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors