Belajar dari Bulu Ketek

image

Mentemen mestinya sudah nalar dan nyambung maksudnya ketika saya menulis judul diatas secara fulgar.

 

Nah sebelumnya saya mohon maaf sebesar-besarnya bilamana tulisan ini tidak berkenan dan membuat tidak nyaman, karena tulisan ini diangkat tidak memiliki motif lain selain semata-mata pingin menggali ide-ide liar yang tidak dipikirkan orang lain tapi ada dapat memberi makna...hehehe..

 

Tulisan ini lebih tepatnya adalah sentilan sentilun bagi kita yang telah kehilangan harapan, yang mudah menyerah ketika dihadapkan pada tantangan kehidupan yang memang sengaja diciptakan Sang Kuasa guna memilih siapa diantaranya yang menjadi manusia pilihan yang berhasil melewati tantangan hidup dengan sukses.

 

Biarin aja... biar pada malu sama bulu ketek... LOL

 

Sekarang saya mau tanyak, siapa diantara kita yang tidak tau bulu ketek????

 

Pastinya kita semua tau bulu ketek itu apa, tapi nyatanya tidak banyak diantara kita yang kemudian peduli dengan bulu ketek kita... iya kan!! (Jujur aja deh...hehe:)

 

Bulu ketek tidak seperti rambut yang senantiasa dirapikan, diberi minyak khusus untuk rambut, dirawat dengan treatment spesial disalon serta dibentuk dengan berbagai model yang kita suka dan hal atributik lainnya tentang rambut semisal diberi warna rupa-rupalah, dikasih kondelah dst dst.

 

Coba kita tengok sebentaran bulu ketek kita, sangat sulit untuk dilihat bukan... sehingga itu menyebabkan jauh dari pantauan karena berada diantara lipatan pertemuan pangkal lengan dengan badan kita, sudah itu bulu ketek selalu diidentikkan dengan sumber bau asem tubuh kita pulak. Dan yang terparah adalah bulu ketek setiap hari merasakan pedihnya siksaan duniawi, gimana tidak manusiawinya kita yang setiap waktunya menggencet bulu ketek diantara lengan dan tubuh kita.

 

Sudah tidak pernah dianggap karena letaknya terpencil yang tidak pernah ditiliki empunya, apalagi dirawat; difitnah karena disangka penyebab sumber bau asem tubuh; dan disiksa karena setiap waktunya digencet-gencet, namun si bulu ketek itu bahkan tidak pernah protes sekalipun akan nasib yang menghampirinya.

 

Namun terlepas dari itu semua, bulu ketek tidak kehilangan harapan dengan selalu memberikan kebaikan kepada si empunya, betapapun jahatnya empunya memperlakukannya.

 

Selain untuk melindungi kulit dari kotoran dan bakteri, bulu ketiak juga berfungsi untuk melindungi ketiak dari zat racun yang akan masuk dari luar tubuh. Tak hanya itu,  bilamana si empunya merupakan seorang wanita, bulu ketiak lebih dahsyat lagi membantu organ vital yang ada didekatnya yaitu payudara dari serangan kanker.

 

Bulu ketek biasanya tumbuh pada masa usia baligh (pubertas), berfungsi selain telah disebutkan diatas, fungsi lainnya dari bulu ketek juga sebagai daya tarik, karena folikel rambutnya hampir selalu berdekatan dengan kalenjar yang menghasilkan feromon. Feromon adalah bundel molekul yang diproduksi oleh tubuh sebagai sinyal miniature untuk menarik lawan jenis.

 

Pada titik ini kita buktikan dan saksikan bahwa dalam kondisi serba sempit dan serba tidak dianggap, bulu ketek tidak patah semangat untuk memberikan kebaikan kepada si empunya.

 

Sudahkah kita lebih baik dari bulu ketek dalam semangat memberi kebaikan dan semangat untuk berbuat??

 

 

-----------------
Salam Semangat!!
@ludwinardi | WA/HP 0852 261 49 414
http://ludwinardi.com

 

#ilustrasi: internet


1 Komentar
image

Sun, 12 Mar 2017 @11:21

Dora

I could read a book about this without finding such real-world aphcaorpes!


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+6+9

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari
SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors