Yang Bergembira Ditengah Hujan

image

 

Hari-hari ini hujan air dengan luar biasanya mengguyur rumah kami dan mungkin juga di hampir seluruh bagian lain di wilayah Jabodetabek secara merata, bahkan umumnya mungkin guyuran hujan air itu terjadi dihampir sebagian daratan Pulau Jawa.

 

Guyuran hujan dengan intensitas tinggi dan terus menerus ini mulai menimbulkan dampak yang dapat dikatakan serius, dengan munculnya korban-korban pengungsian akibat banjir yang disebabkan salah satunya oleh debit hujan yang tinggi ini.

 

Wilayah cakupan banjir semakin hari kian meluas mulai dari daerah pesisir pantai utara seperti Muara Gembong di Bekasi merangsek sampai kepada wilayah tempat tinggal di perkampungan dan perumahan bahkan dampaknya mencapai daerah perkotaan besar seperti di Jakarta, seiring meluasnya cakupan banjir maka sudah dapat dipastikan jumlah korban pengungsian semakin bertambah secara signifikan, bahkan dibeberapa tempat sudah memakan korban jiwa meninggal dunia, Innalillahi wa innailaihirojiun...

 

Sementara korban terus bertambah, keruwetan akibat banjir ini semakin diperparah lagi dengan saling lempar tanggung jawab dan saling menyalahkannya para otoritas pemerintahan di masing-masing daerah yang terkena dampak banjir ini.

 

Tampaknya seolah tiada lagi yang diuntungkan oleh dampak turunnya hujan yang tidak dikelola dengan baik ini, seolah seluruh masyarakat menjadi korban didalamnya tanpa terkecuali.

 

Namun ditengah kondisi yang memprihatinkan tersebut, ternyata masih ada sedikit orang yang tampak senang dan bergembira dengan turunnya hujan, dia bukan petani penggarap yang mengharap guyuran hujan menyirami tanamannya bukan pula ia pekerja yang mengharap guyuran hujan sebagai alasannya untuk terlambat masuk kerja.

 

Sedikit orang yang senang dan gembira itu bukan mereka tersebut diatas semua, yang sedikit orang itu juga tidak banyak, mereka hanya dua orang saja, merekalah dua mahluk kecil yang dekat dengan saya, merekalah salah dua penghuni gubuk kami  yang senantiasa membuat gaduh dan ramaikan seisi sudut ruangan gubuk dengan tingkah pola mereka, merekalah dua anak saya yang seumuran anak sekolahan yang terkadang membuat jengkel namun tindak tanduk mereka ngangeni.

 

Hanya satu hal yang membuat mereka tampak senang bilamana hujan turun, apalagi diwaktu hari libur seperti Sabtu dan Ahad, karena mereka bisa bermain sepedaan sepuasnya ditengah banjir dibawah rintik guyuran hujan. Bilamana masuk hari sekolah dengan senangnya mereka berangkat sepedaan menggunakan jas hujan yang sekedar menempel dibadan, karena pada akhirnya celana dan sepatunya akan tetap kuyup oleh basah.

 

Bahkan dahulu ketika pertama kali memiliki jas hujan yang akan dipergunakan kesekolah, berbilang kali mereka melafazh dalam doa mereka supaya turun hujan deras agar banjir tergenang sehingga mereka bisa segera memakai jas hujan yang baru mereka miliki.

 

"Yah... Ayo dong kita berdoa supaya besok pagi hujan deras, jadinya kita bisa memakai jas hujan yang sudah kita beli..."

 

Begitulah mereka mengharap seraya mengajak saya ketika waktu itu hendak persiapan beranjak tidur malam.

 

-----------------------
Salam Semangat,
@ludwinardi | WA/PH 0852 2614 9414 
http://ludwinardi.com

 

#ilustrasi: dokumen pribadi


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+3+9