Kucing Tak Bertuan

image

 


Akhir pekan yang berjalan panjang waktu lalu, rumah kami dihebohkan oleh kehadiran seekor kucing yang ternyata selama ini kerap kali mendatangi rumah kami dan oknum-oknum yang membuat semua itu menjadi heboh dan meriah adalah, siapa lagi kalau bukan ketiga kru dan prajurit cilik kami dirumah.

 

Sebenarnya keberadaan makhluk kucing itu sudah lama saya perhatikan disekitaran halaman depan rumah kami namun karena tidak terlalu dalam memperhatikan, rutinitas keberadaannya luput dari perhatian detail saya.

 

Sampai akhirnya akibat laporan dan dorongan yang menghebohkan dari ketiga prajurit lucu tersebut, pekan lalu saya tergelitik untuk sekedar memberi makan kucing tersebut yang ternyata adalah keturunan kucing berbulu lebat, anggora?? dan yang lebih menggemaskan, ternyata kucing tersebut sangat-sangat jinak dan tampak nyata bahwa ia adalah kucing peliharaan yang sudah tidak bertuan.

 

Adalah anak-anak yang kemudian bersemangat untuk mengadopsi kucing yang tak bertuan tersebut setelah tau bagaimana jinak dan menggemaskannya kucing itu. Namun saya dan istri belum memberikan jawaban 'iya' kepada anak-anak, karena faham, bahwa bagaimanapun juga kucing tak bertuan tersebut pastilah memiliki induk semang yang biasa mengurusinya.

 

Akhirnya di sepakati kalau kucing itu tidak akan menjadi milik kami namun kami tetap tidak akan mengusir pergi kucing itu dan memberikan ruang garasi dan halaman depan kami sebagai tempat berteduh bagi si kucing dan memberi makan bila ada makanan sisa yang tidak habis termakan oleh anak-anak.

 

Kebiasaan memberi makan oleh anak-anak mengakibatkan semakin seringnya si kucing menunggu jatah makanannya di muka pintu rumah kami, sambil mengeong manja. Dan kejinakan si kucing terkadang menjadi bahan mainan anak pertama dan si bontot yang tampak menyukai keberadaan si kucing dan sebaliknya menjadi korban bagi si nomor dua yang tampak tidak suka dengan keberadaan kucing itu dengan sering mengejar dan mengusirnya.

 

Ketika sampai pada pemberian nama sementara penyebutan bagi kucing tak bertuan tersebut, si Abang dengan semangat mengusulkan nama 'whiteski' yang beralasan karena ada sedikit warna putihnya. Sementara si abang kedua dengan malas mengusulkan nama 'prabu' tanpa memberi alasan.

 

Dan si bungsu yang tampak exited mengusulkan nama 'eyang puti' bagi si kucing yang merujuk kepada penyebutan bagj orang tua kami oleh anak-anak, sebuah jawaban spontan yang membuat kami semua tertawa terkekeh.

 

 

-----
Salam Semangat!!!
@ludwinardi | WA/HP 0852 261 49 414
http://ludwinardi.com

 

Gambar: Dokumen Pribadi


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+7+6