Ketika Ajal Tercerabut #1

image

Mentemen...


Pekan ketiga akhir Bulan Mei lalu saya mendapatkan hikmah pelajaran begitu mendalam tentang tiga kisah ajal/kematian yang gak akan pernah saya lupa sepanjang hidup saya.


Sebuah kisah yang dialami orang lain namun disaksikan oleh mata kepala saya sendiri serta dua kisah yang dialami orang lain yang dikisahkan kepada saya oleh orang-orang terdekatnya.


Dan saya berpikiran akan sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa kemudian memberitakan kepada mentemen sekalian untuk dapat diambil hikmah dan manfaat pelajarannya.


Maaf bila kurang berkenan, berikut kisahnya yang akan saya bagi menjadi tiga bagian cerita tersendiri, sebagai berikut kisah pertama:


1. Kisah Pertama


Adalah kisah tentang meninggalnya mertua dari pimpinan institusi tempat dimana saya biasa mencangkul guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Seorang pemimpin yang sangat egaliter dan sama sekali tidak jaim dihadapan kita-kita anak buahnya.


Diceritakan bagaimana orang tuanya meninggal dalam kondisi stroke yang sekujur tubuhnya kaku tidak dapat digerakkan, namun ketika ajal tiba, tidak disangka-sangka kemudian tangannya dengan begitu mudahnya dapat diposisikan bersedekap seperti jenazah umat muslim pada umumnya.


Peristiwa itu awalnya tampak biasa saja sampai kemudian delapan tahun setelahnya keajaiban dan mukzijat Sang Kuasa ditampakkan secara jelas dan nyata dihadapan khalayak.


Ya... delapan tahun setelah meninggalnya, lokasi kuburan tempat bersemayamnya jenazah almarhum bersama jenazah lainnya terendam oleh banjir selama tiga minggu tanpa surut.


Terbitlah kebijakan pemerintah setempat untuk merelokalisir lokasi pemakaman ketempat yang lebih tinggi aman dari banjir, dan lokasi makam almarhum orang tua pimpinan saya itu menjadi satu diantara beberapa makam yang harus dipindahkan.


Kegiatan pemindahan makam itu tampak biasa saja pada awalnya, sampai ketika prosesi itu dilakukan terhadap makam almarhum orang tua pimpinan saya tersebut...


Pada saat itulah setelah masa delapan tahun terlewati sejak saat meninggalnya, Allah SWT Sang Kuasa menunjukkan kebesarannya dan membuat geger khalayak yang menyaksikannya.


Jenazah yang telah bersemayam selama delapan tahun didalam tanah itu tampak utuh seutuh-utuhnya dan yang mengejutkannya lagi, kain kafan yang menutupi jenazah tersebutpun masih tampak putih seputih-putihnya, keduanya (jenazah dan kain kafan) tersebut tidak terkoyak karena lekang waktu maupun habis hancur  oleh binatang pengurai dalam tanah.


Begitu mulianya jenazah almarhum tersebut sampai-sampai Allah SWT menjaga jasadnya sedemikian baiknya selama kurun yang cukup lama dalam rentang waktu berbilang delapan tahun... Subhanallah.


Hanya Allah yang lebih tau apa penyebab itu semua... namun yang pasti, almarhum disaksikan oleh seluruh keluarganya sebagai seseorang yang secara kontinu melakukan amalan membaca Kitabullah Al Qur'an setiap harinya.


Ya... Almarhum adalah pencinta Al Qur'an, bahkan dalam seharinya almarhum sanggup membaca surat tertentu dalam Al Qur'an sebanyak lebih dari 40 kali... luar biasa bukan.


Saya jadi teringat sebuah Hadits Nabi yang pada intinya menyebut bahwa seseorang itu akan bersama apa yang dicintanya didunia kelak ketika berada di alam kubur/akhirat.


Jadi mentemen... sudahkah kita memiliki sesuatu didunia ini yang kita cintai, yang dapat membawa manfaat bagi kita kelak diakhirat nanti?? :)

 


---
Salam Semangat!!
@ludwinardi | WA/PH 0852 2614 9414 
http://ludwinardi.com


#ilustrasi: Dokumen Pribadi

 

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+0+8

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors