Pancingan Rezeki

image

Pancinglah rezeki dengan cara memberi, persiapkanlah kail dan umpannya.

Kailnya adalah kemauan dan kesabaran, umpannya senyuman dan keikhlasan.

(Anonim)

 

Beberapa waktu lalu saya mendapatkan sebuah tulisan pendek yang bermakna  nasihat yang mendalam dan mencerahkan namun tidak pendek artinya seperti tertulis diatas.

 

Yep betul..... kita semua semestinya sepakat bahwa rezeki itu tidak datang dengan sendirinya melainkan harus diusahakan, harus kita jemput dan harus kita pancing agar dia mau keluar datang menghampiri kita.

 

Namu saya sedikit tergelitik dengan paragraf kedua kepingan nasihat itu yang menyatakan bahwa senyuman itu bisa mendatangkan rezeki??

 

Yaa senyuman... senyuman kita bisa mendatangkan rezeki??? 
Penasaran kita dibuatnya bukan...??

 

Nah....
Kebetulan beberapa waktu lalu saya ngobral ngobrol ngalor ngidul dengan seseorang yang dikemudian hari membuktikan untaian kalimat hikmah tersebut.

 

Sebut saja Mang Samin (panggilan yang biasa saya dan anak-anak panggil kepadanya), seseorang yang biasa bekerja sebagai pemulung dan beroperasi disekitaran kompleks perumahan dimana saya dan keluarga tinggal, telah membuktikan keajaiban senyumnya yang mendatangkan rejeki nomplok bagi dia dan keluarganya.

 

Mang Samin mengisahkan bagaimana kemudian dengan senyum dan sapanya yang ikhlas dapat merubah pikiran warga kompleks terhadap dirinya dan keluarganya yang berprofesi sebagai pemulung yang awalnya hanya dipandang sebelah mata oleh warga dan terkesan sebagai profesi rendahan yang dapat mengancam keamanan seluruh warga.

 

"Iya Mas Lud, saya memang rajin menyapa warga yang biasa saya temui dengan senyuman saya..." Mang Samin memulai kisahnya.

 

"Dan (mungkin) karena senyuman itulah yang membuat kemudian warga menjadi tidak takut dan tidak memandang remeh saya; istri dan anak saya yang diketahui berprofesi sebagai pemulung di perumahan ini...

 

"Bahkan pernah rejeki saya bertambah dengan perantara warga kompleks yang baik hati, yang tak jarang tiba-tiba memberikan amplop kepada saya, atau dilain kesempatan memberikan barang bekas yang bisa saya jual kembali semisal HP usang atau barang bekas lainnya..." beber Mang Samin panjang lebar mengenai kisah pengalamannya sehari-harinya itu.

 

Mentemen...

Benarlah bahwa memberi adalah sebab musabab datangnya rezeki, dengan iringan kemauan serta kesabaran dan konsistensi dalam usaha, mulailah kita memberi kepada sesama walau hanya sebatas senyuman yang ikhlas nan tulus.

 

Bagi Mang Samin hal tersebut yang dikisahkannya mungkin akan sangat biasa setiap harinya, namun percayalah bahwa itu tidak akan biasa bagi siapa saja yang dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari kisahnya. Adakah kita diantara orang yang dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah Mang Samin diatas??

 

-----
Salam Semangat!!
@ludwinardi | WA/PH 0852 2614 9414 
http://ludwinardi.com

 

#ilustrasi: inet


1 Komentar
image

Thu, 14 Aug 2014 @21:07

Babah

artikel yang bagus, never stop writing


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+6+7

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors