Ketika Ajal Tercerabut #2

image

 

Mentemen...

 

Pekan ketiga akhir Bulan Mei lalu saya mendapatkan hikmah pelajaran begitu mendalam tentang tiga kisah ajal/kematian yang gak akan pernah saya lupa sepanjang hidup saya.

 

Sebuah kisah yang dialami orang lain namun disaksikan oleh mata kepala saya sendiri serta dua kisah yang dialami orang lain yang dikisahkan kepada saya oleh orang-orang terdekatnya.

 

Dan saya berpikiran akan sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa kemudian memberitakan kepada mentemen sekalian untuk dapat diambil hikmah dan manfaat pelajarannya.

 

Maaf bila kurang berkenan, berikut kisahnya yang akan saya bagi menjadi tiga bagian cerita tersendiri, adalah berikut bagian kisah kedua (untuk kisah pertama dapat dibaca disini), sbb:

 

2. Kisah Kedua

 

Kisah kedua ini adalah bagian kisah yang dialami orang lain namun disaksikan dan dirasakan langsung oleh saya sebagai salah satu penyelawatnya.

 

Adalah kisah prosesi meninggalnya seorang tua yang telah lama menjadi tetangga saya dan termasuk dalam famili keluarga besar dari pihak ibu saya.

 

Kisah ini dalam benak pikiran saya sebagai kesempatan bagi Allah Sang Kuasa Tunggal memperlihatkan kebesarannya, paling tidak hal itu saya rasakan sendiri sebagai salah satu penyelawat yang berkesempatan mengantarkan jenazah almarhum sampai menuju tempat terakhirnya dihari yang penuh berkah di hari Jum'at.

 

Seperti halnya pada kisah pertama, sebab kematian almarhum pada kisah kedua ini adalah juga karena faktor usia yang didahului oleh sakit stroke yang cukup lama, apakah sakit itu kemudian menjadi tebusan segala dosa almarhum didunia, hanya Allah Yang Maha Tahu.

 

Tanda yang ditunjukkan oleh-Nya yang paling terasa menurut versi saya adalah ketika berada pada lokasi pemakaman, dimana saya dapati suasana disana sangat syahdu dan terasa adem (kebetulan saya sengaja datang lebih dahulu di lokasi pemakaman sebelum jenazah almarhum tiba dan kembali pulang paling akhir setelah penyelawat terakhir pergi meninggalkan lokasi pemakaman).

 

Suasana syahdu, sejuk dan adem karena disekitar lokasi pemakaman yang langitnya diliputi awam yang menutupi terik matahari siang yang menyengat itu saya rasakan sepanjang prosesi pemakaman sejak tibanya almarhum sampai dengan keluarga penyelawat terakhir yang pergi meninggalkan area pemakaman... Maha Besar Allah dengan Segala Kuasanya.

 

Apakah itu sebuah tanda dari Sang Kuasa akan baiknya almarhum didunia selasa hidupnya, hanya Allah yang Maha Menilai dan Maha Tahu.

 

Tetapi sependek yang saya tau sepanjang saya pribadi berinteraksi dengan Almarhum, saya saksikan sendiri bahwa Almarhmun adalah seorang ahli ibadah yang kerap tak ketinggalan sholat wajib berjamaah dimasjid setiap waktu di setiap harinya, terkadang saya sendiri yan lebih muda usia dibuat malu karena seringnya bolong untuk berjamaah dimasjid.

 

Apakah kemudian amalan sholat wajib berjamaah itu yang menjadi musabab datangnya tanda alam yang tidak biasa itu, sekali lagi, hanya Allah yang Maha Menetapkan dan Maha Tahu.

 

Semoga saya dan pembaca sekalian digolongkan kedalam golongan yang di tolong Allah SWT diakhirat kelak...

 

Aamiin... aamiin... YRA.

 


---
Salam Semangat!!!
@ludwinardi | WA/PH 0852 2614 9414 
http://ludwinardi.com

 

#ilustrasi: dokumen pribadi

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 6+3+9

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors