Ketika Ajal Tercerabut #3

image

 


Mentemen...

 

Pekan ketiga akhir Bulan Mei lalu saya mendapatkan hikmah pelajaran begitu mendalam tentang tiga kisah ajal/kematian yang gak akan pernah saya lupa sepanjang hidup saya.

 

Sebuah kisah yang dialami orang lain namun disaksikan oleh mata kepala saya sendiri serta dua kisah yang dialami orang lain yang dikisahkan kepada saya oleh orang-orang terdekatnya.

 

Dan saya berpikiran akan sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja tanpa kemudian memberitakan kepada mentemen sekalian untuk dapat diambil hikmah dan manfaat pelajarannya.

 

Maaf bila kurang berkenan, berikut kisahnya yang akan saya bagi menjadi tiga bagian cerita tersendiri, adalah berikut bagian kisah ketiga (untuk kisah pertama dapat dibaca disini, kisah kedua sila dibaca disini), sbb:

 

3. Kisah Ketiga:

 

Kisah ketiga ini dialami oleh keluarga yang menjadi kerabat saya, yang kemudian dituturkan oleh anak dan kakak dari yang mengalami peristiwa penuh hikmah ini kepada saya yang kebetulan berkunjung dalam rangka takziah kerumah almarhumah jauh setelah peristiwa tersebut terjadi.

 

Adalah kisah tentang bagaimana Sang Kuasa menampakkan tetanda waktu ajal akan dicabut-Nya yang sepertinya sengaja diperlihatkan sebagai pelajaran bagi siapapun yang mau mengambil hikmah didalamnya.

 

Seorang Ibu muda yang beberapa minggu sebelum dicabut ajalnya menampakkan tetanda yang tidak seperti biasanya dan tampak aneh bagi keluarga terdekatnya semisal suami, anak dan kakak-kakaknya.

 

Ya... ibu muda yang biasanya ceria dan banyak bicara bercerita dan bergaul tiba-tiba berubah menjadi pendiam tak banyak bicara, bahkan kepada suami dan anak-anaknya, apalagi kepada kakak dan rekan sejawatnya.

 

Dan yang paling membuat kernyit dahi lingkaran keluarga terdekatnya meninggi adalah keinginan yang tiba-tiba dari yang bersangkutan untuk 'memaksa' menyegerakan anak gadis pertamanya yang masih duduk dibangku perkuliahan untuk segera menikah.

 

"Mumpung sudah ada yang mau dan masih ada saya!!" Begitulah kilahnya bila mendapat pertanyaan dari keluarganya yang keheranan.

 

Dan yang membuat keluarganya ternganga lebih lebar adalah bahwa semua persiapan rencana pernikahan anak gadisnya itu diurusnya sendiri tanpa bicara dan kordinasi bahkan kepada suaminya sendiri, apalagi kepada keluarga besarnya.

 

Jadilah almarhumah mengurusi sendiri semua-muanya urusan persiapan pernikahan anak gadisnya itu, dari mencari dan menghubungi tempat resepsi, memilih dan menentukan menu katering sampai dengan masalah pencetakan undangan dan hal tetek bengek yang terkait dengan resepsi pernikahan itu.

 

Tidak hanya keluarganya yang kemudian terheran-heran dengan prilaku almarhumah yang tidak biasanya itu, karena hal tersebut juga membuat heran besannya yang belakangan mengetahuinya.

 

Bahkan sampai dengan hari ketika akhirnya ajalnya dijemput diwaktu yang misterius bertepatan dengan waktu azan maghrib, almarhumah seperti mempersiapkan segalanya: dibersihkannya rumah yang ditinggalinya, dicabuti rumput yang menumbuhi halaman rumahnya dan berpamitan kepada anak-anaknya.

 

Dan ketika waktu mendekati maghrib ketika almarhumah bersiap hendak pergi berkendara motor yang menjadi tanda akhir perjalanan hidupnya, sempat pula anak-anaknya mencegahnya untuk tidak keluar rumah berkendara motor, namun seolah hendak segera memenuhi panggilan-Nya, almarhumah dengan memaksa tetap berangkat pergi meninggalkan keluarganya yang kemudian menjadi kepergian almarhumah selamanya.

 

Ya... kepergiannya berkendara motor diwaktu maghrib yang misterius itu menjadi kepergian selamanya bagi almarhumah yang kemudian difahami oleh keluarganya, bahwa tindak tanduk almarhumah yang sedemikian tidak biasanya itu merupakan tetanda yang ditampakkan Sang Kuasa menjelang tercerabutnya ajalnya.

 

Hal tersebut difahami pula sebagai kesempatan yang diberikan Sang Kuasa kepada almarhumah untuk mentuntaskan tugasnya sebagai orang tua untuk mengantarkan anaknya ke gerbang pelaminan.

 

Nah mentemen....

 

Adakah tetanda dekatnya ajal kematian sudah ditampakkan pada keluarga disekitar kita atau mungkin sudah ditampakkan dalam tindak-tanduk kita??

 

Tugas kita adalah mempersiapkan segalanya sampai waktu bagi kita dicukupkan-Nya... 


waspadalah...waspadalah...

 

----

Salam Semangat!!
@ludwinardi | WA/PH 0852 2614 9414 
http://ludwinardi.com

 

#ilustrasi: internet


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+2+4

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors