Facebook Dicari; Facebook Dibenci

image


Sebenarnya fenomena Facebook dan social media sejenisnya sudah cukup lama ada ditengah masyarakat Indonesia pada umumnya, fenomena itu membesar dan menggurita seiring dengan mudah didapatnya koneksi dunia maya melalui media smart phone yang langsung terkoneksi internet dari ujung jari kita masing-masing.

 

Namun tidak pernah akan habis rasanya bahan untuk membicarakan perkembangan fenomena ini dari mulai peningkatan kemampuan applikasinya yang pada awalnya hanya diperuntukkan sebagai media koneksi penghubung antar mahasiswa di sebuah universitas di Amerika Serikat sampai sekarang berambah berkembang bagi seluruh sektor kepentingan lainnya dalam sekat individu; keluarga bahkan masuk pada sekat kepentingan negara (politik; ekonomi; budaya; pertahanan dan keamanan).

 

Seperti halnya siaran televisi yang telah memasuki wilayah privasi sebuah keluarga, saat ini internet dengan segala program aplikasinya (termasuk Facebook dan media sosial lainnya) telah turut pula secara masif masuk ke dalam wilayah privat terdalam sebuah keluarga.

 

Paling tidak penulis merekam dua peristiwa bagaimana fenomena Facebook ini mempengaruhi baik secara positif maupun negatif dalam sekat wilayah privasi sebuah keluarga, yang sebelumnya menjadi wilayah sakral dan privat dari pengaruh luar, setidaknya bagi masyarakat kita yang dikenal dengan budaya ketimurannya.

 

Mungkin dua peristiwa yang saya rekam waktu lalu ini sudah menjadi jamak saat sekarang ini ditengah masyarakat kita, namun menjadi begitu menarik perhatian saya karena peristiwa itu terjadi dilingkaran dekat kerabat saya. Dan yang membuat saya takjub lagi, dua peristiwa kejadian itu terjadi tidak berselang lama satu sama lainnya.

 

Peristiwa pertama adalah dua kejadian yang berdampak baik akibat pengaruh fenomena Facebook ini (paling tidak, 'baik' dalam kacamata saya yang masih awam ini), kejadian yang kemudian mengikat dua insan berlainan jenis kelamin dalam satu ikatan suci pernikahan dengan sebab perantara perkenalan via media Facebook.

 

Proses awal perkenalan melalui perantara Facebook itu kemudian berlanjut pada proses pengenalan lebih mendalam melalui media telephon dan beberapa pertemuan dengan pihak keluarga; teman dan sanak saudara. Pada akhirnya jadilah beberapa waktu lalu saya menghadiri sebuah pesta pernikahan antara dua insan berlainan jenis yang dicomblangi oleh sebuah teknologi penghubung masa kini yang bernama Facebook.

 

Sementara kejadian positif lainnya akibat efek Facebook masih dalam tahap penjajagan antar keluarga, sebelum dipungkasi dengan ikatan pernikahan yang suci nantinya.

 

Ya benar.... makcomblang yang baik yang menyatukan dan mempertemukan dua insan manusia dalam ikatan suci pernikahan itu bernama Facebook.

 

Peristiwa kedua sangat berlawanan 180 derajat dengan peristiwa pertama diatas, dimana pada peristiwa ini gegara sebab Facebook-lah sebuah ikatan perkawinan nan suci kandas ditengah perjalanan hidupnya setelah melalui waktu belasan tahun dengan sebelumnya pula telah melahirkan keturunan yang beranjak dewasa.

 

Tidak tanggung-tanggung, teknologi Facebook ini mengakibatkan dua keluarga dari masing-masing pelaku yang sebelumnya harmonis tanpa gejolak, tiba-tiba melakukan perceraian dalam waktu yang bersamaan.

 

Karena sebab Facebook-lah yang turut membangkitkan kisah-kisah romansa masa lalu yang seharusnya dilupakan dan hanya menjadi hikmah pelajaran, namun bersemi kembali dengan dipertemukannya di lini masa Facebook, jaman sekarang ini diistilahkan dengan sebutan CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali), sebuah fenomena lama yang kemudian menjadi begitu luar biasanya berdampak pada kehidupan masyarakat di era informasi yang menggeliat ini.

 

Yang membuat saya tercengang lagi sepenuhnya adalah ketika mendapati kenyataan bahwa kedua para pelaku tersebut dalam kisah sedih ini dapat dibilang sudah tidak muda lagi, mereka masing-masing sudah memiliki anak-anak kandung berusia remaja.

 

Luar biasa bukan dampaknya...

 

Pada akhirnya mentemen...
Semoga kita dapat mengambil manfaat dari adanya teknologi informasi yang sedemikian cepat berkembang ini serta kita terhindar dari dampak buruk yang ditimbulkannya di kemudian hari.

 

 

-----
Salam Semangat!!
@ludwinardi | WA/PH 0852 2614 9414 
http://ludwinardi.com

 

#ilustrasi: internet


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 6+6+9

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors