Terima Kasih Abi

image

 


Siapapun kita pasti tidak akan suka dan tidak mengharapkan berada dalam kondisi tidak mengenakkan dimana mobil yang kita tumpangi mogok ditengah-tengah kemacetan yang mengular panjang begitu luar biasanya.

 

Begitupula saya, namun pengalaman waktu lalu mogok ditengah kemacetan begitu berharga bagi saya untuk diambil hikmah dan membaginya kepada mentemen semua melalui tulisan ini, semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmah pelajarannya.

 

Dengan berkendara mobil yang sudah tidak muda lagi, dua rombongan mobil keluarga besar kami berangkat ke kawasan wisata Ancol untuk mengisi liburan.

 

Namun entah karena kurangnya persiapan kendaraan yang seharusnya sebelum berangkat saya lakukan pengecekan air radiator dan lainnya, mobil kami overheating dan air radiatornya habis tak bersisa ketika baru saja memasuki area tempat wisata Pantai Ancol.

 

Untungnya posisi sudah dekat dengan area parkir, sehingga tidak kesulitan bagi kami untuk parkir dan mengkondisikan keadaan serta melanjutkan niat berwisata kami sementara mesin mobil didinginkan dan radiator diisi air kembali.

 

Setelah selesai berpuas diri dengan berwisata, saya fikir masalah radiator telah selesai dan kami bisa kembali pulang dengan tenang, namun dugaan saya salah...

 

Radiator mobil kami kembali overheat...

 

Kondisi yang kedua ini lebih parah dan menyesakkan karena radiator overheat ditengah kemacetan dalam perjalanan menuju pintu gerbang keluar, terbayang bunyi klakson meraung-raung dari belakang dan tatapan sinis pengemudi dan orang yang melintasi posisi kami.

 

Namun tiba-tiba seorang petugas keamanan area wisata muncul dan mengarahkan kendaraan kami ketempat yang sejatinya terlarang untuk parkir mobil, Alhamdulillah, yang penting kami bisa lepas sementara dari ruwetnya kemacetan.

 

Lalu lintas yang sejenak terhenti karena mogoknya kendaraan kami akhirnya kembali berjalan pelan dalam kemacetan, tak lama sebuah mobil mendekati kami dan dari dalam sopirnya bertanya dengan nada peduli kepada kami seolah akan berhenti dan menolong kami, namun karena antrian serta raungan klakson kendaraan dibelakangnya, akhirnya mobil beserta supirnya tersebut berlalu meninggalkan kami dalam kebingungan.

 

Saya mulai dengan membuka kap mobil dalam was-was menerka ada apa gerangan sampai kembali overheating, sampai tiba-tiba seorang bapak muda berwajah teduh menghampiri dan seperti ikut mencaritahu masalah mobil saya dengan banyak bertanya.

 

Pada awalnya saya agak terganggu dengan banyaknya pertanyaan dari bapak muda itu, namun lambat laun bapak muda itu ikut membantu saya menemukan sebab masalah overheatingnya kendaraan kami.

 

Selanjutnya saya semakin menyadari bahwa kehadiran bapak muda itu memberikan hawa ketenangan bagi saya ditengah kebingungan dan kekalutan, apalagi setelah menerima tepukan tangannya dipundak saya sambil berujar "sabar dulu aja mas, santai saja menunggu kemacetan" serta cerita-cerita pengalamannya yang turut andil menenangkan keadaan.

 

Yang membuat tak enak hati adalah dalam kekalutan itu saya membuat suatu kekacauan dengan tidak sengaja menyemprotkan air radiator panas ke wajah bapak muda itu...

 

hufftt... sampai malu dan entah mau ngomong apa saya dengan peristiwa penyemprotan itu, sudah dibantu menenangkan keadaan eh malah dibalas dengan semprotan air radiator. Namun untungnya bapak muda itu tampak sabar dan pemaaf, karena setelah kejadian itu tak lantas meninggalkan saya namun tetap menemani saya ngobrol dan menenangkan saya.

 

Dan yang membuat saya mengutuki diri sendiri adalah sampai dengan kami pergi meninggalkannya belum sempat terucap dari mulut ini ucapan terima kasih yang ditujukan kepada bapak muda itu, dan yang lebih parah dan kacaunya lagi belum sempat pula saya mengenal nama bapak muda itu, padahal hampir satu jam kita bercakap-cakap ditengah kemacetan arus lalu lintas.

 

Benar-benar tidak tau diri bukan...!

 

Namun yang saya paling ingat adalah bahwa bapak muda itu dipanggil oleh seorang ibu muda, yang sepertinya adalah istrinya, dengan sebutan panggilan 'Abi', sebuah sebutan panggilan yang familiar bagi saya karena banyak tetangga saya yang juga satu jamaah masjid kompleks memanggil panggilan ayah atau panggilan suaminya dengan sebutan yang sama.

 

Untuk itu melalui kesempatan media tulisan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Abi, Pak Satpam dan Pak Supir yang membantu saya menghadapi masalah ditengah kemacetan waktu yang lalu.

 

 

-----
Salam Semangat!!
@ludwinardi | WA/PH 0852 2614 9414
http://ludwinardi.com

 

#ilustrasi: internet

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+4+5

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors