Tukang Sayur dan Sembako

image

Seperti halnya kota berkembang lainnya yang ada di Indonesia, kota tempat tinggal saya sedang menggeliat untuk berkembang secara fisik. Hal tersebut tidak lepas mempengaruhi lingkungan disekitar kompleks tempat tinggal saya, hal mudah yang dapat ditandai adalah dengan tumbuh suburnya sentra-sentra ekonomi di lingkungan tempat tinggal saya.

 

Pasar bersih dibangun, pasar ritel skala nasional dengan masifnya menginfiltrasi lokasi perumahan dan perkampungan. Ritel besar dengan brand importpun tak kalah masif menyerbu lokasi berkumpulnya perumahan, ruko-ruko tumbuh subur bak jamur dimusim hujan, warung-warung dan toko-toko bermunculan. Pertumbuhan ekonomi UKM-pun tampak pula turut menggeliat.

 

Dampak dari fenomena gejala baru tersebut berefek pada semakin suburnya sentra ekonomi di wilayah-wilayah pemukiman, sentra tersebut tidak lagi terkonsentrasi pada satu tempat khusus namun sudah merambah ke daerah-daerah pinggiran yang menjadi pusat pertumbuhan baru.

 

Kreativitas dalam rangka memenangkan persainganpun semakin marak menghinggapi para pelaku-pelaku usaha ditengah gemerlap pertumbuhan perekonomian masyarakat yang pesat. Trend mendekatkan pasar kepada konsumennya semakin banyak dipilih oleh para pelaku usaha, maka bermunculanlah toko-toko yang menjajakan barang yang sebelumnya hanya bisa didapatkan di lokasi khusus tertentu, Pasar Tanah Abang misalnya.

 

Pakaian dengan kualitas dan harga Pasar Tanah Abang akan dengan mudahnya kita temui disekitaran kita, bahkan toko-toko 'Tanah Abang' tersebut telah masuk dalam kompleks perumahan di dalam rumah tinggal yang tidak tampak seperti toko umumnya.

 

Tukang sayur dan sembako seperti tak kalah kreatifnya. Dalam rangka trend mendekat kepada konsumennya, mereka telah berani membuka 'pasar'-nya bukan lagi di pasar. Tukang sayur dan sembako kini tidak hanya ditemukan di pasar di waktu pagi, namun mereka sudah menempati ruko dipinggir jalan utama kompleks dan dapat ditemui sepanjang hari dari pagi sampai malam menjelang. Mereka membangun dan menciptakan pasarnya sendiri.

 

Saya pernah sedikit berbincang dengan pelaku trend diatas yang berprofesi sebagai tukang sayur dan sembako.

 

Sebut saja Bu Juju, seorang tukang sayur dan sembako (menurut saya) fenomenal yang memiliki mental layaknya pengusaha profesional dan sudah biasa menjadi tempat tujuan belanja kami setiap bulannya. Yang membuat saya takjub kemudian adalah menyoal keberaniannya membuka dan menciptakan pasarnya sendiri disebuah ruko bertingkat dua dipinggiran jalan utama menuju kompleks perumahan kami. 

 

Mentemen dapat bayangkan sendiri bagaimana mental beraninya beliau yang menyewa ruko tersebut langsung selama dua tahun dengan besaran sewa 40 juta pertahun atau senilai 80 juta per dua tahun.

 

Catat dan bayangkan ya... 

 

80 juta untuk sewa tempat selama dua tahun hanya untuk berjualan sayur dan sembako... yang bagi seorang pegawai seperti saya angka itu sama sekali tidak akan masuk perhitungan dengan rumus dan cara apapun perhitungan itu dilakukan.

 

Namun ditangan Ibu Juju ini dengan konsep 'lakukan; usahakan; dan serahkan (tawakal)' serta dengan dikuatkan dengan mental entrepreneur, usaha dagang sayur dan sembako di ruko berlantai dua itu masih tetap bertahan selama hampir setahun ini dan pelanggannyapun tampak tak pernah sepi memenuhi lapak dagangannya.

 

Mengamati perjalanan pedagang sayur dan sembako tersebut selama setahun ini, saya jadi teringat bagaimana awal perjalanan sebuah perusahaan besar dekade sekarang ini yang berasal dari Korea Selatan yang adalah produsen smartphone ternama itu.

 

Ya... hari ini siapa yang tidak mengenal brand Samsung?

 

Tapi tahukah mentemen bagaimana awal brand Samsung itu dirintis?

 

Sebuah perusahaan besar dengan reputasi mendunia itu pada awalnya hanyalah sebuah perusahaan dagang keluarga yang memperdagangkan sembako di Korea Selatan yang kemudian menjelma menjadi sebuah raksasa dalam dunia bisnis. Besar dan mengguritanya brand Samsung tentunya tidak lepas dari kontribusi semua pihak, utamanya pemerintah Korea Selatan yang turut serta mendorong kemajuannya.

 

Semoga di masa depan usaha setipikal Bu Juju dan pengusaha-pengusaha UKM lain sepertinya dapat menjadi cikal bakal perusahaan sekelas Samsung bahkan lebih besar lagi yang akan muncul dari bumi pertiwi kita ini...

 

Semoga...

 

 

----

Salam Semangat!!
@ludwinardi | WA/PH 0852 2614 9414 
http://ludwinardi.com

 

Ilustrasi: internet

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+1+8

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors