Belajar Dari Ayam Betina

image


Bagi kita yang peka dan suka memperhatikan segala sesuatu hal disekitar kita, maka akan banyak peristiwa dan kejadian yang dapat kita ambil hikmah pelajarannya serta dapat menjadi modal bagi kita dalam mengarungi suka duka kehidupan.

 

Segala sesuatu yang sering lewat didepan kita yang umumnya sering tidak kita renungkan dan perhatikan secara mendalam makna dari nilai yang terkandung didalamnya.

 

Padahal sesungguhnya alam dan lingkungan serta segala peristiwa disekitar banyak memberikan kita pelajaran berharga bila mau sekejap saja merenunginya.

 

Seperti halnya saya ketika waktu lalu mendapatkan pelajaran tentang makna ikhlas dan komitmen dari seekor binatang ternak yang mungkin seringkali kita jumpai disekitaran kita.

 

Yaa... guru saya waktu itu adalah seekor ayam betina...

 

Dan pelajaran hikmah kala itu bermula dari sebuah pertanyaan tentang mengapa setiap kali bertelur seekor ayam betina kerap mengeluarkan suara petok-petok yang cukup membisingkan??

 

Dan ternyata mentemen...

 

Suara petok-petok bising yang kerap muncul dari seekor ayam ketika bertelur banyak disebabkan oleh kagetnya sang ayam karena benda 'telur' yang keluar dari tubuhnya tidak sama dengan dirinya :D

 

Sang ayam terkaget bukan kepalang karena benda 'telur' itu tidak memiliki paruh apalagi bulu seperti halnya dirinya; benda itu asing baginya dan sangat jauh berbeda dengan dirinya, tidak ada sedikitpun kemiripannya. Pada saat dalam kondisi terkaget-kaget itulah sang ayam berpetok-petok dengan bisingnya, seperti yang biasa kita temui disekitar kita.

 

Namun setelah mengetahui ketidakmiripsamaan tersebut, apakah lantas kemudian sang ayam membuang dan mengabaikan begitu saja benda asing baginya bernama telur yang keluar dari tubuhnya itu??...

 

Tentu tidak bukan...

 

Justru setelah prosesi bertelur diatas, sang induk betina tetap merawat dan mengerami benda bulat yang terasa asing bagi si ayam betina tersebut.

 

Perhatikan bagaimana si induk betina itu tidak pernah sekalipun protes ikhwal pekerjaan yang sangat dirasa sia-sia tersebut baginya, mengerami dan memberi kehangatan kepada suatu benda asing dan berbeda.

 

Pada titik itulah kemudian saya menemukan penjelasan makna arti ikhlas sesungguhnya, si ayam betina yang dengan sukarelanya melaksanakan apa yang sudah ditetapkan baginya untuk mengerami telur yang merupakan benda asing yang jauh berbeda bentuk rupanya dengan si ayam, Ia tidak mengharapkan sesuatu apapun selain menjalankan dengan sesungguh perintah Sang Kuasa, tidak pula Ia menyesali apa yang sudah ditetapkan baginya selain bekerja dan melaksanakannya, serta Ayam tidak pernah sekalipun menganggap pekerjaanya adalah sesia belaka.

 

Ketika fase pengeraman telur oleh Sang Ayam berlangsung selama kurang lebih 21 hari penuh, lalagi kita seperti juga diajari hakikat konsisten, lihatlah bagaimana teguh dan konsistennya ayam mengerami telur itu dikandang.

 

Si Ayam tak pernah sekalipun beranjak pergi meninggalkan telur yang dieraminya selain untuk mencari makan, padahal godaan untuk pergi meninggalkan kandang silih berganti berdatangan. Salah satunya godaan dari ayam pejantan yang terkadang menggodanya dimuka pintu kandang untuk keluar, namun sekali lagi si ayam betina tetap tidak bergeming keluar.

 

Begitulah Sang Kuasa memberikan kepada kita manusia, hikmah pelajaran melalui keberadaan ayam betina dan segala aktivitasnya, namun adakah kita manusia mengambil pelajaran itu??

 

 

----

Salam Semangat!!
@ludwinardi | WA/HP 085226149414
http://ludwinardi.com

 

#ilustrasi: internet

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+8+3