Perlombaan Kodok

image


"PENGUMUMAN!!!"

"Dalam jangka waktu tiga kali terbit matahari kedepan, akan diselenggarakan perlombaan menaiki pohon besar yang berlokasi di arah selatan hutan ini, barangsiapa diantara peserta yang berhasil mencapai pucuk tertinggi pohon akan ditetapkan sebagai juaranya dan akan digelari trophy kehormatan dari Sang Raja."

"Tidak ada syarat tertentu yang harus dipenuhi karena setiap rakyat nantinya boleh mengikuti lomba, jadi persiapkan segera segalanya, ingat!!! perlombaan di mulai ketika matahari terbit kali ketiga dari sekarang..."

"Demikian maklumat ini disampaikan..."

tertanda

Raja Kodok

 

 

Begitulah kiranya maklumat yang diumumkan utusan dari kerajaan kodok waktu lalu.

 

Dan hari ini setelah lewat tiga kali terbitan matahari, ditengah hutan tropis bagian selatan pada area yang tidak banyak bertumbuh pepohonan selain beberapa pohon besar dalam hitungan jari yang menjulang tinggi ke atas langit dititik yang agak sedikit terbuka lapang, berkumpulah segerombolan besar kodok mengelilingi salah satu batang pohon yang besar meninggi ke angkasa.

 

Di depan mereka, tiga atau empat ekor kodok berpostur besar kecil tampak tegap berdiri mengelilingi pokok pohon besar itu bersiap bertarung dalam lomba panjat pohon untuk memperebutkan trophy tertinggi dari sang raja. Ternyata dari sekian jumlah koloni kodok yang ada, hanya merekalah yang berani menyambut tantangan untuk mengikuti perlombaan itu.

 

Dan serta merta suara gemuruh pecah membahana diseantero area hutan bagian selatan itu manakala trompet ditiupkan sebagai pertanda dimulainya perlombaan dan seketika itu juga dibarengi dengan lelompatan zig-zag para peserta mulai naik memuncaki pokok pohon.

 

Suara gemuruh dukungan terus bergema menyemangati para peserta...

 

Dan ketika sampai pada titik ketinggian sepelemparan batu, yang merupakan titik ketinggian kritis, suara gemuruh dukungan sedikit sumbang manakala terdengar pula sesuara yang agak mengkhawatirkan peserta diatas sana...

 

"Awas hati-hati posisi kalian semakin tinggi jauh meninggalkan bumi..."

"Turun saja kalian daripada harus merenggang bertukar nyawa karena terjatuh dari sana..."

 

Demikianlah kiranya teriakan sesuara sumbang ditengah gemuruh suara dukungan yang menggema.

 

Suara sumbang itu ternyata lamat-lamat didengar oleh peserta pertama dan kedua yang kebetulan berada pada posisi paling akhir yang mengakibatkan timbul kecut dalam keraguan sehingga memutuskan untuk berbalik kembali turun meninggalkan arena, yaa mereka berdua menyerah demi mendengarkan suara bernada khawatir dari gerombolan pendukungnya dibawah sana.

 

Peserta lomba berikutnya si kodok nomor tiga tampak turut menoleh kebelakang demi memperhatikan kawannya si kodok nomor satu dan dua yang berbalik arah dan menyerah. Namun karena terlalu dalam memperhatikan kejadian dibelakangnya, fokus si kodok nomor tiga terpecah karena tetiba disadarinya bahwa posisinya sudah jauh sangat tinggi diatas tanah dan rasa takut dan khawatir akhirnya pelan tapi pasti mulai menjalari aliran darah yang kemudian terus bermuara pada pikirannya.

 

Maka berhenti menyerahlah si kodok ketiga tersebab ketakutannya yang bermula dari ketikdakfokusannya akibat terlalu dalam menoleh kebelakang.

 

Sementara si kodok keempat terus melompat dan melompat zig-zag naik sambil menoleh sesaat kepada kodok ketiga, lantas kemudian kembali ia melompat naik melewati kodok ketiga dan jauh meninggalkannya. Jadilah ia si kodok ketiga pemenangnya dan trophy tertinggi kerajaan menunggunya dibawah sana.

 

Gemuruh sorak sorai kemenangan menggelegar dikerumunan menyambut kembalinya si kodok keempat yang dituntun oleh (sepertinya adalah) ibundanya, dan pada itu ditanyalah kepada ibunda kodok keempat itu mengenai rahasia kemenangan anaknya yang kemudian dijawab:

 

"sebenarnya tiada ada rahasia khusus penyebab keberhasilan kodok anakku ini menjadi juara kecuali bahwa ia menderita tuli dan gangguan penglihatan serupa rabun jauh."

 

**********

 

Mentemen sekalian...

 

Ada kalanya dalam hidup kehidupan, kita dapatkan banyak riuh gemuruh dukungan; gema suara dorongan yang berpotensi positif dalam perjalanan hidup kita. Namun tidak sedikit yang secara sengaja atau tidak, terdapat suara sumbang yang berandil menjatuhkan mental kita untuk maju kedepan. Dan pada kondisi itu yang paling kita butuh lakukan adalah menutup telinga kita dari mendengarkannya dan terus maju melangkah kedepan menggapai asa, tulikan pendengaran kita seperti halnya kodok keempat diatas dan tetaplah maju melompat zig-zag atau melurus kedepan.

 

Dan mentemen...

 

Untuk terus maju, adalah pasti kita butuh waktu untuk menoleh kebelakang untuk menengok kondisi sekitar kita. Namun perhatikan bagaimana kalau seandainya kita terlalu fokus memperhatikan kebelakang sekitar kita, seperti halnya si kodok ketiga. Karena yang kita lakukan seharusnya adalah menoleh kebelakang dengan sesaat dan sesaat, itu sebab fokus kita sesungguhnya adalah maju kedepan bukan kebelakang. Yaa... rabunkan sesaat penglihatan kita kebelakang hingga kita tidak terlalu fokus kepadanya namun lebih memandang tajam kedepan.

 

Karena mentemen... untuk berhasil, sejatinya tidak hanya kita harus berani namun wajib juga bagi kita untuk cerdik bersiasat.

 

 

Salam Semangat!!
@ludwinardi | WA/HP 085226149414
http://ludwinardi. com

 

#ilustras: onebigphoto.com

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari
SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors