Cikgu Ayah

image

Selepas liburan sekolah adalah masa sulit kita sebagai orang tua ketika kebiasaan dan rutinitas anak menjadi begitu bebas longgarnya dan berubah tidak seperti sebelum berlakunya masa liburan. Meskipun pembatasan-pembatasan telah kita laku-upayakan sehingga masa liburan tersebut tidak kebablasan, tetap saja momentum liburan itu menjadi masa dimana si anak meminta haknya untuk dapat lepas dari rutinitas yang dijalankan setiap harinya. Suatu hal yang sangat kita maklumi sebagai orang tua sekaligus pendidikan.

 

Dan pada saat itulah terjadi perubahan kebiasaan dan rutinitas antara sebelum dan sewaktu liburan berlaku. Dari yang setiap hari sebelum masa liburannya diisi dengan kegiatan belajar dan bermain disekolah, tidur siang dan bermain sore serta belajar diwaktu malamnya, berubah dimasa liburan menjadi waktu bermain sepanjang hari dan malamnya setiap hari sepanjang liburan.

 

Dan celakanya dan yang menjadi tantangan kita semua sebagai orang tua adalah ketika kebiasaan dan rutinitas diwaktu liburan si anak masih terbawa selepas berakhirnya masa liburan itu. Diperlukan kepiawaian dan pendekatan khusus kepada nakanak sehingga rutinitas sebelum liburan dapat kita kembalikan seperti sedia kala.

 

Begitulah yang saya coba usahakan ketika pertama kali mengajak anak pertama dan kedua saya yang telah berusia sekolah untuk belajar diwaktu malam selepas masa liburannya. Awalnya ditanggapi dengan lesu dan malas ajakan pertama ini oleh keduanya, namun setelah didekatkan dengan metode tertentu maka kegiatan belajar malam dirumah pertama kali selepas masa liburannya menjadi begitu bergairah.

 

Adalah anak ketiga saya yang seusia empat tahunan yang kemudian memberikan inspirasi ide pendekatan itu.

 

Kebetulan dimasa liburan, ketiga anak saya sangat gandrung menonton film kartun yang salah satunya adalah film Ipin Upin melalui video cd. Nah di film kartun anak Ipin Upin itulah yang banyak mengambil setting cerita dikelas yang kemudian saya adopsi menjadi model pendekatan mengajak nakanak untuk belajar melewati tanggapan malas dab lesu sj anak selepas liburannya.

 

Ruang tengah saya sulap keadaanya seperti ruang kelas sekolah Ipin Upin dengan menjejerkan meja lipat singmasing anak sebagai meja belajarnya. Sementara saya didepan mereka berakting selayaknya cikgunya (gurunya) si Ipin dan Upin. Akting saya didepan mereka juga dilengkap-sempurnakan dengan aksen Melayu untuk membahasakan pesan kepada anak-anak.

 

"Mured-mured ayo kite mule belajar semula mured-mured...". Demikian pengantar pembukaan dari saya dengan kental logat dan aksen Melayu yang sedikit dipaksakan... :)

 

Dan akhirnya suasana kelas dadakan diruang tengah di rumah kami diawal waktu semesteran baru itu mencair ketika si bungsu mulai memanggil saya dengan sebutan Cikgu Ayah yang kemudian diikuti oleh Abang-abangnya...

 

"Baeekk Cikgu Ayah..."

 

Begitu teriak mereka serempak dalam koor...

 

 

-----
Salam Semangat!!!
@ludwinardi | WA/HP 085226149414
http://ludwinardi.com


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+4+6

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors