Merasakan Getaran Cinta

image

Allah Ta’ala menciptakan manusia pada saat yang sama memberikan perasaan, kecenderungan dan ketertarikan terhadap keindahan. Rasa kecenderungan dan ketertarikan ini adalah sesuatu yang bersifat fitrah dan alamiah.

 

Allah Ta’ala menggambarkan:

Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang (Ali imran : 14)

 

Diantara fitrah manusia adalah memiliki ketertarikan terhadap pasangan jenisnya. Pada saat yang bersamaan Allah memberikan syariat pernikahan sebagai jalan resmi untuk menyalurkan fitrah ketertarikan terhadap pasangan jenis tersebut. Disinilah kebesaran dan kasih Allah ditampakkan secara nyata kepada kita, dengan menciptakan manusia secara berpasang-pasangan (Qs. Adz-Dzariyat : 47 – 49)

 

Akan tetapi sangat disayangkan bahwa banyak manusia mengekspresikan rasa cinta dan ketertarikan terhadap pasangan hidup dengan memenuhi semua keinginan nafsu syahwat mereka. Bermula dari rasa ketertarikan, menguat menjadi cinta, ternyata berlanjut dan berakhir petaka.

 

Muncullah anak-anak yang lahir tanpa mengerti siapa bapaknya, maka terjadilah aborsi, pembunuhan atau pembuangan bayi yang lahir karena kecelakaan. Perbedaan cinta dan nafsu sangatlah tipis, karena cinta memang dibumbui dengan nafsu, akan tetapi seringkali perbedaannya begitu nyata, karena nafsu memang tidak senantiasa memiliki cinta.

 

Untuk bisa membangun dan melanggengkan cinta dalam rumah tangga, harus diawali oleh proses yang baik sejak sebelum terjadinya pernikahan. Laki-laki dan wanita yang beriman bertemu dalam ikatan penuh kecintaan kepada Allah, mereka mampu menjaga diri untuk tidak melakukan hal yang dilarang agama. Mereka lebih mementingkan kebersihan dan kesucian diri, sehingga senantiasa menjaga diri untuk tidak terjerumus kedalam tindakan keji yang sangat dibenci agama.

 

Dalam membangun rumah tangga diperlukan cinta dan diperlukan pula nafsu, akan tetapi pada saat nafsu telah meninggalkan cinta ia menjadi  tidak beraturan, menjadi tidak bertanggung jawab.

 

 

-----
Salam Semangat!!!
@ludwinardi | WA/HP 085226149414
http:// ludwinardi.com

 

#ilustrasi & article : internet & Anonim 

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+2+1

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors