Lelaki Surga

image


"Seorang penghuni surga akan datang bergabung bersama kita sebentar lagi" ucap Sang Nabi dari lisannya yang mulia itu dalam suatu majelis ilmu di teras sebuah masjid yang sontak membuat para sahabat yang mengelilinginya melempar pandangan ke sekeliling menanti gerangan siapa insan yang dimaksud.

 

Sampai tak lama, semua mata tertuju pada seorang lelaki yang tampak datang mendekat. Dengan tampilan sederhana apa adanya, lelaki itu mendekat dengan semburat wajah tampak basah oleh tetesan air wudhu. Begitu bersih dan bersinar wajahnya.

 

Yaa... Orang itulah insan yang dimaksud Nabi dalam lisannya sebagai lelaki surga yang kelak akan menjadi salah satu penghuni sebaik-baik tempat dan sesempurna tujuan itu.

 

Peristiwa di Masjid dalam suatu majelis Nabi itu membuat Abdullah bin Amir penasaran dibuatnya sehingga memutuskan untuk menyelisik gerangan amal apa yang membuat lelaki itu layak mendapati tempat paling mulia kelak di akhirat. Ia menduga amalan puasa disiang harinya atau sholat disepanjang malamnya atau tilawah Qur'an disetiap waktunya atau sedekah dalam jumlah besarlah yang membuatnya berganjar surga.

 

Namun apa nyana, selang tiga hari membersamai, Abdullah bin Amir tidak mendapati satupun amalan istimewa yang dilakukan lelaki itu setiap waktu dalam kesehariannya. Rasa penasaran yang begitu membuncah ruah semakin merasuki keingintahuan Abdullah bin Amir.

 

"Wahai sahabat" Abdullah bertutur kepada lelaki itu dalam rasa penasarannya yang semakin menyeruak, "sesungguhnya Rasulullah berkata kepada kami bahwa engkau adalah salah satu penghuni surga-Nya kelak, sudikah kiranya engkau menyampaikan padaku amalan rahasia apa yang engkau lakukan yang tidak tampak terlihat olehku?"

 

"Sahabatku..." lelaki surga yang ditanya tersenyum selepas kagetnya, lantas berucap, "aku memang tak punya amalan istimewa. Amalanku seperti yang engkau lihat dan amati selama ini. Hanya saja, aku tidak pernah merasa iri dan dengki terhadap rezeki yang diberikan Allah kepada orang lain. Setiap kali pergi tidur, hatiku selalu terbebas dari perasaan semacam itu."

 

Mentemen sekalian...

 

Adalah mahfum bahwa terdapat sepuluh sahabat terkemuka yang dikabarkan langsung oleh Nabi sebagai calon penghuni surganya Allah 'Azza Wa Jalla karena memang masing-masing memiliki keistimewaan khusus di hadapan Nabi, keutamaan itulah satu diantara yang kemudian bagi mereka berganjar surga-Nya. Sungguh betapa besar karunia yang Allah berikan.

 

Namun yang lebih dahsyat luar biasa sebuah karunia adalah ketika ganjaran surga itu disematkan langsung dari lisan mulia Sang Nabi kepada seseorang yang mungkin tidak banyak dikenal oleh para sahabat pada umumnya, bahkan ganjaran itu diterimanya karena amalan yang terkesan biasa di sebagian kalangan para sahabat Nabi. Sungguh berkali takjub kita dibuatnya.

 

Pelajaran hikmah yang dapat kita ambil dari sepenggalan kisah diatas adalah bagaimana ganjaran tempat terbaik dan tujuan akhir yang paripurna berupa surga-Nya bukan hanya menjadi komoditas para pemilik kedudukan di hadapan manusia, namun ganjaran itu berlaku bagi siapapun manusia yang berkehendak keras atasnya dengan salah satu prasyaratnya adalah konsisten dalam beramal sekalipun amalan tersebut tampak kecil di hadapan manusia.

 

Semoga saya; anda dan kita semua dapat dengan bijak meneladaninya...

 

 

----
Salam Terbaik,
@ludwinardi
http:// ludwinardi.com

 

#ilustrasi: internet


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+1+3

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari
SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors