Refleksi Ramadhan

image

Ketika Allah berkehendak menjadikan insan manusia lebih mulia derajatnya disisi-Nya. Ketika Allah menginginkan insan manusia memiliki izzah di hadapan setiap mahluk ciptaan-Nya. Ketika Allah merencanakan akan menjadikan insan manusia pilihan-Nya menjadi umat yang terbaik disetiap zamannya dan ketika Allah hendak menjadikan insan manusia pilihan-Nya menjadi pemimpin terbaik dibumi-Nya (khalifatul ardh).

 

Maka, Allah Sang Kuasa telah mempersiapkan sarana guna mendukung kehendak dan keinginannya itu atas insan manusia ciptaan-Nya. Sarana-sarana tersebut telah disediasiapkan secara sempurna lagi paripurna untuk dijadikan media bagi insan manusia pilihan-Nya dalam rangka menuju cita-cita sucinya.

 

Banyak kemudian sarana-sarana yang telah diciptakan-Nya dan puasa di Bulan Ramadhan adalah satu diantara sarana tersebut.

 

Adalah Allah bersabda dalam firman-Nya yang sering menjadi rujukan pamungkas para Ustadz penceramah di Bulan Ramadhan:

 

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS.2:183)

 

Dalam panggilan yang paling indah dan panggilan terbaik diantara panggilan kepada umatnya yang ada dalam kitab suci Al Qur'an, Allah SWT memerintahkan berpuasa bagi umat pilihan-Nya dalam kalimat tidak langsung dalam rangka membangun kesadaran dalam diri umat pilihan-Nya. Kesadaran untuk melakukan bukan karena sesiapa namun Ia semata.

 

Bagaimana kemudian Allah menjadikan sebentuk ibadah Puasa ini sebagai ibadah sirriyah, ibadah hati, ibadah yang tak tampak dan ibadah yang hanya diketahui oleh dua belah pihak saja: Allah dan singmasing diri. Untuk alasan itulah satu diantara ganjaran yang akan didapat langsung diberikan secara khusus sendiri oleh Allah SWT. Sebuah ganjaran terbaik, sebaik-baik dan seutama ganjaran karena Allah sendiri yang langsung menilai dan Allah sendiri yang langsung mengganjarnya.

 

Pada titik inilah kunci ikhlas menjadi jalan dalam melaksanakan kewajiban utama ini. Ikhlas orang yang berpuasa tentu berbeda dengan ikhlasnya orang yang beribadah sholat misalnya. Karena ikhlasnya sholat agar tampak khusuk di depan manusia akan menjadi titik noda yang akan menggerogoti ganjaran pahala atasnya.

 

Setelah Allah menumbuhkan kesadaran umat pilihan-Nya seperti tersebut pada penggalan pertama Ayat diatas. Pada penggalan kedua Ayat tersebut, Allah lebih memberikan penekanan tentang seberapa penting amalan puasa di Bulan Ramadhan, pentingnya amalan tersebut dalam rangka pembentukan insan paripurna dipaparkan dengan memberikan contoh bahwa atas amalan tersebutpun telah diwajibkan bagi umat terdahulu.

 

Dalam penggalan kedua ayat tersebut, Allah memaparkan bagaimana kemudian perintah berpuasa adalah perintah yang telah ada sebelumnya pada umat-umat terdahulu. Lihat bagaimana berpuasa di Bulan Ramadhan menjadi begitu penting bagi kita dan bagi umat-Nya terdahulu dalam rangka sarana membentuk pribadi sholeh yang terbaik dan masyarakat yang diberkahi.

 

Dan pada penggalan terakhir dari Ayat tersebut adalah sebuah deklarasi dari sebuah tujuan yang diharapkan akan tercapai sebakda melaksanakan kewajiban berpuasa di Bulan Ramadhan.

 

Yaa... "agar menjadi takwa" adalah sebentuk deklarasi kemenangan di akhir Ramadhan bagi setiap insan yang memahami arti penting Bulan Ramadhan dan secara kesadaran ikhlas melakukan perintah khusus yang memiliki kedudukan tersendiri di hadapan Sang Khalik ini.

 

Semoga dengan kesadaran dan keikhlasan kita semata kepada Allah SWT dalam  menjalankannya dapat mengantarkan kita kepada derajat takwa...

 

Aamiin... Aamiin... YRA

 

----

Dalam kesempatan ini, izinkan pula kami melisan...

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1437H bagi mentemen sekalian yang berkesempatan menjalankannya...

 

 

--------
Salam Terbaik,
@ludwinardi | http:// ludwinardi.com

 

#ilustrasi: internet


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+6+8

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari