Doa dan Kenyataan Kita

image


Demi menyaksikan keajaiban-keajaiban yang merupakan kuasa Tuhannya yang terjadi melingkupi seorang kemenakan yang selama ini diasuhnya disebuah mihrab dalam selingkungan tempat tinggalnya, menjadikan lelaki sholeh nan uzur lanjut usia ini bertambah berlipat dalam keyakinan terhadap Tuhannya yang akan memberikan jawaban serta solusi dalam hidup dan kehidupannya selama ini.



Sebuah jawaban atas pertanyaan yang belum terjawab sepanjang hidupnya bersama wanita terkasihnya... Kenapa?



Sebuah solusi akan kehampaan yang menggelayutinya dalam mahligai biduk kehidupannya dengan wanita tercintanya... Bisakah?



Pada akhirnya, dengan segenap keyakinan yang menggunung dalam ketidakmungkinan dan kenyataan akan keadaan diri serta kondisi istrinya, mulailah Ia berlirih dalam setiap malam gulitanya dengan suara yang melembut berdoa kepada Robb Tuhannya.



Ia melakukan itu dalam malam di setiap harinya dengan kesadaran bahwa tubuhnya telah lemah dan rambutnya yang kian memutih banyak ditumbuhi uban serta kondisi istrinya yang diceritakan mandul sehingga mustahil untuk memiliki keturunan, namun dengan kesadaran yang sama pula Ia tidak pernah putus berharap apalagi kecewa dalam berdoa kepada Tuhannya disetiap malam-malam syahdunya.



"Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai"

 

Begitulah sekira rintihan doanya terekam dalam kitab suci yang melirih dan melembut di setiap malam seharinya dalam harapan yang tak pernah berujung untuk mendapatkan sebuah karunia terbesar nan tak ternilai, berupa putera yang menjadi keturunan untuk meneruskan nasabnya.



Sampai seketika pada ujung akhir penantian, lelaki tua itu beroleh kabar gembira akan hadirnya seorang anak yang nantinya menjadi jawaban atas pertanyaannya serta menjadi solusi akan kehampaan hidupnya, bahkan kelak Tuhannya pula yang turut memberikan nama bagi puteranya yang akan hadir itu.



"Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia"

 

Betapa mulianya ganjaran sebuah kesabaran dalam panjangnya waktu, pun bilamana tak terkabul doanya, yakinlah bahwa ganjaran itu akan tetap ada disana... Diujung tempat pemberhentian akhir hidup kita, dengan seizinnya.



Begitulah kisahnya dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

 

 

*Persembahan bagi mentemen dan sesahabat sekalian yang (telah/masih) berjuang dalam keyakinan dan pengharapan yang tak pernah berputus dalam lekang waktu penantian akan karunia terbesar didunia berupa putera/puteri yang sholeh/sholehah.

 

 

----------
Salam Terbaik!!!
@ludwinardi |http://ludwinardi.com

 

#ilustrasi: internet


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+0+7