Cinta yang Dinodai

image

William Wallace, begitulah nama itu terekam apik dalam sejarah perjuangan Bangsa Skotlandia. Seorang pahlawan perlawanan kemerdekaan bangsa Skotlandia melawan hegemoni bangsa Inggris pada awal dekade abad 13. Pada tahun 1995, Mel Gibson, dengan begitu menawannya mengangkat epik kisah perlawanan berikut intriknya yang menyejarah ini kedalam layar lebar dengan judul Braveheart.

 

Telah berkali saya menonton film ini dalam berbagai kesempatan. Entah kenapa saya merasa tidak pernah bosan untuk selalu mengambil hal positif didalamnya. Salah satunya adalah Cinta. Kisah cinta dalam film ini bukanlah kisah cinta picisan seperti umumnya dipertontonkan film holywood lainnya. Bahkan, kisah cinta suci William Wallace bersama istrinya menjadi pematik tema besar yang diangkat dalam film ini.

 

Cinta suci sang ikon pahlawan perlawanan bangsa Skotlandia ini telah dinodai oleh kebengisan penjajah Inggris kala itu. Istri tercintanya dibunuh secara keji oleh salah satu petinggi penjajah Inggris karena mempertahankan harga dirinya dari cobaan pemerkosaan. 

 

Dan hal itu lebih dari cukup untuk merubah Wallace yang sebelumnya tidak menghiraukan kondisi bangsanya yang terjajah menjadi pemimpin pemberontak melawan Inggris yang sangat ditakuti. Wallace berjuang menuntut keadilan atas kematian istrinya dan sampai pada akhirnya perjuangannya berkembang kepada upaya pembebasan negerinya dari belenggu penjajahan.  

 

*******


Walaupun sangat jauh dari sepadan, kisah William Wallace diatas mengingatkan saya akan perjuangan ummat islam di Indonesia baru-baru ini. Cinta suci ummat islam di Indonesia akan keyakinannya kepada Nabinya dan Al Qur'an telah dinodai dengan sedemikian oleh seorang oknum yang sangat tidak layak untuk dijadikan panutan, apalagi didapuk sebagai pemimpin. 

 

Dan yang paling menyayat hati adalah ketika tanpa merasa bersalah, penodaan dan penistaan itu dilakukan langsung dihadapan ummat islam itu sendiri dengan terbukanya. Geram bukan...!!! Terlepas dari unsur politis atau apapun dibelakangnya, apa yang oknum itu lakukan sangat intoleran didalam kemajemukan bangsa dalam bingkai bhinneka tunggal ika. 

 

Hal kotor itu sudah lebih dari cukup untuk membangunkan ummat dari tidur panjangnya. Yaa... Ummat islam Indonesia telah menemukan momentumnya untuk tegak berdiri dalam satu barisan untuk menuntut keadilan. Ummat yang memiliki saham terbesar dan sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan bangsa. Ummat yang selama ini diam terpinggirkan atas ketidakadilan dan kezholiman itu kini bangkit kembali untuk melawan.

 

Ibarat pertempuran, Hari Jum'at tanggal 2 Desember 2016 besok, perlawanan ummat islam memasuki fase ketiga dari perjuangannya. Aksi damai yang bertajuk Bela Islam Jilid III itu bermaksud untuk melakukan doa bersama sekaligus kembali mengingatkan pemerintah akan seriusnya masalah penistaan ini. Peserta aksi datang dari berbagai wilayah Indonesia baik dari Pulau Jawa maupun dari luar Pulau Jawa.

 

Saya sendiri merinding tatkala dari jauh mengetahui bagaimana perjuangan ummat islam dalam merangkai persiapan terselenggaranya aksi besok. Berjalan kaki ratusan kilo meter dari rumah asal mereka menuju lokasi aksi, sampai pada merencanakan secara matang, rapi dan terkodinir persiapan saat aksi dimulai. Persiapan dari hal kecil semisal kebersihan lokasi aksi dan distribusi alat peraga, seragam dan seterusnya.  

 

Yang pasti, kejadian penistaan itu bukan "an-sich" kehendak oknum pemimpin yang memang memiliki kebiasaan bermulut kotor tersebut. Kejadian itu adalah semata kehendak Allah SWT untuk mengingatkan ummat islam dan membangkitkan dari tidur panjangnya. Peristiwa tersebut juga memberi keberkahan tersendiri bagi ummat untuk tetap berdiri tegak dalam satu barisan perjuangan panjang membela serta mengawal agama dan negara.


Selamat berjuang wahai saudara-saudaraku sekalian. Terimalah Do'a dan dukunganku dari nun jauh. Semoga perjuangan ini diridhoi Allah SWT dan semoga keberkahan senantiasa meliputi bangsa dan negara besar Republik Indonesia.

 

Aamiin... Aamiin... Yaa Robbal'alamin.....


★★★★★★★
Salam Terbaik,
@ludwinardi
http://ludwinardi.com


#ilustrasi: internet


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 4+9+2

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari
SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors