Beginilah Pemimpin Itu #1

image

Saksikan link video ini, yang bercerita tentang salah seorang prominent person Turki, Ahmet Davutoglu yang melakukan kunjungan informal ke Rohingya. Video tersebut pertama kali dipublish pada November 2013. Lebih lanjut dari sumber portal berita hurriyetdailynews diketahui bahwa kunjungan tersebut terjadi pada Agustus 2012.

 

Saya tidak akan mendetailkan gambaran video tersebut, namun lebih ingin merekam bagaimana Ia mengajarkan kita tentang tabiat pemimpin dimanapun levelnya. Satu saja pengajaran penting dari hikmah yang berserak didalamnya itu. Ialah 'kehadiran hati'.

 

Ketika seorang pemimpin berada ditengah masyarakat atau orang yang dipimpinnya, maka yang wajib hadir membersamainya adalah kehadiran secara fisik, fikiran dan hatinya. Kehadiran fisik dan fikiran kiranya sudah jamak kita temui diantara profile pemimpin yang ada dimanapun, walaupun tidak dapat dipungkiri ada juga satu dua pemimpin yang enggan untuk hadir secara fisik dan fikiran ditengah masyarakat yang dipimpinnya. Bahkan ketika gelombang besar masyarakat itu berkeinginan kuat untuk menemuinya, entah sengaja atau tidak, Ia alpha.

 

Davutoglu tidak hadir ditengah masyarakatnya sendiri. Ia hadir ditengah masyarakat yang antah berantah, kerumunan yang asing baginya. Namun saksikan bagaimana kemudian kehadirannya itu begitu mengocok emosi dan menggugah nurani. Kehadirannya disambut dengan tangis dan pelukan hangat. Itu semua tersebab karena selain hadir secara fisik dan fikiran, Davutoglu hadir dengan seluruh hati dan cintanya.

 

Hati Davutoglu hadir sepenuhnya dalam kunjungannya itu. Walaupun terkendala komunikasi karena perbedaan bahasa, gesturenya seperti hendak berkata 'saya mencintaimu dan saya memahami kondisimu yang terdzolimi ini'. Ia tidak membutuhkan panggung, pun tidak memerlukan teks pidato untuk menyampaikan maksudnya pada khalayak. Namun lihatlah responnya yang begitu emosional.

 

Davutoglu hadir dengan sepenuh cintanya. Perhatikan pada scene terakhir penyambutannya, bahkan Ia tidak melepaskan pelukan salah satu penyambutnya yang sesenggukan dibahunya. Hati-hati mereka tampak jelas terpaut antara satu dan lainnya. Terkoneksi tanpa terhalang sekat-sekat pembatas. Sungguh menggugah dan menyentuh bukan.

 

Ohh... Amboi dan betapa indahnya bilamana setiap pemimpin apapun levelnya yang hadir ditengah ummat, masyarakat dan khalayak yang dipimpinnya turut juga menghadirkan hati dan cintanya tanpa pretensi apapun.

 

----------

Salam Terbaik,
@ludwinardi
https://ludwinardi.com

Ilustrasi: Internet


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+0+5

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors