Put People First

image

 

William Jefferson Clinton adalah salah satu presiden Amerika Serikat yang cukup perlente. Ia merupakan presiden ke-42 dan termasuk dari tiga presiden termuda dalam sejarah kepresidenan Amerika. 

 

Kita mengenal presiden Amerika ini sebagai "Bill Clinton". Clinton di dapuk menduduki kursi kepresidenan selama dua periode (1993 sd. 2001) setelah mengalahkan George H. W. Bush, incumbent yang cukup kuat posisinya saat itu.

 

Kali pertama tampilnya Bill Clinton dalam panggung sejarah presidensial Amerika begitu fenomenal ketika itu. Bagaimana tidak, kemenangan Clinton yang berasal dari Partai Democrats waktu itu mengakhiri penguasaan Partai Republik selama 12 tahun di kursi kekuasaan di White House. 

 

Kemenangan itu juga menjadi kemenangan mutlak bagi penguasaan penuh lembaga kongres Amerika oleh Democrats. Pertama kalinya satu partai menguasai lembaga eksekutif dan legislatif sekaligus setelah jamannya Jimmy Carter.

 

Seperti halnya Saya, mungkin mentemen tidak banyak yang mengetahui resep kemenangan Clinton kala itu. Adalah Robert Reich, salah seorang teman dekat yang kemudian menjadi orang kepercayaan Clinton yang mengungkapkan salah satu resep kemenangan tersebut. 

 

Dalam buku national best sellernya yang berjudul "Aftershock: The Next Economy and America's Future", Reich menyatakan bahwa salah satu resep kemenangan itu adalah tawaran proposal program "Putting People First" oleh Clinton kepada masyarakat Amerika. Proposal program ini dijabarkan lebih detail oleh Clinton dan tim ekonominya melalui sebuah buku yang berjudul sama, "Putting People First."

 

Putting people first adalah program yang menyasar masyarakat menengah kebawah Amerika yang menempati porsi terbanyak secara kuantitas. Targetnya adalah bagaimana mengangkat derajat masyarakat Amerika kelas menengah kebawah yang saat itu sedang terpuruk karena kebijakan incumbent yang tidak pro kepada masyarakat dan lebih sibuk dengan urusan luar negeri yang agresive.

 

Program ini lebih kepada memanusiakan manusia. Menjadikan masyarakat Amerika sebagai objeknya. Tawaran proposal ini salah satunya yang mendorong kemenangan besar Clinton atas incumbent, Bush, pada saat itu.

 

Ketika bercerita kisah Clinton ini, saya jadi teringat dengan kondisi perpolitikan di Indonesia. Khususnya di pilkada DKI Jakarta. Saya fikir perhelatan kali ini cukup panas dan bertensi sangat tinggi. Event politik ini menjadi begitu penting karena Jakarta sebagai pusat ekonomi dan kekuasaan menjadi barometer bagi daerah lainnya di Indonesia. 

 

Semoga kemenangan besar pada pilkada DKI Jakarta kelak menjadi kemenangan besar umat yang sangat mendamba pemimpinnya menjadikan warganya sebagai objek pembangunannya. Pemimpin yang memanusiakan warganya dengan menempatkan kepentingan warganya diatas segalanya. Put people first.

 

 

★★★★★★★★★
Salam Terbaik,
@ludwinardi
http://ludwinardi.com


#ilustrasi: internet


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 3+1+3

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors