Let Them In

image


Let them in... Let them in... Let them in...


Begitulah kalimat itu membahana bak sebuah simphoni. Syair yang bersuara lantang diantara ribuan kerumunan disetiap titik lokasi hampir diseluruh penjuru daratan Amerika.


Di Washington DC, New York, Chicago dan lainnya...


Pada tempat publik di bandara, taman-taman kota bahkan di depan White House sekalipun...


Yaa... Warga Amerika ketika itu bersatu menyuarakan protes ketidakadilan atas kebijakan presidennya. Presiden terpilih yang baru saja seminggu menempati kantor barunya di White House. Kumpulan warga Amerika itu tampak beragam dan heterogen.


Putih, hitam, merah, pucat, warna-warni kulitnya...


Dengan ragam keyakinan. Muslim, yahudi, sampai warga kristiani sebagai mayoritasnya...


**********


Semua itu bermula dari terbitnya sebuah eksekutif order yang ditandatangani oleh presiden.


Eksekutif Order adalah kebijakan yang menjadi domain Presiden Amerika. Kebijakan yang kemudian melarang para imigran dari 7 negara tertentu bermayoritas muslim dari Timur Tengah yang diduga menjadi sarang teroris, untuk masuk ke dalam wilayah Amerika. Selanjutnya kebijakan itu lebih dikenal sebagai #MuslimBan policy. Kebijakan yang melarang warga muslim dari ketujuh negara tersebut masuk ke Amerika.


Sejatinya apa yang ingin dilakukan oleh presiden yang dikenal rasis itu baik. Yaitu keinginan untuk melindungi warganya dari kemungkinan marabahaya yang bisa terjadi. Namun ketika suatu kebijakan yang dibuat terlalu tendensius, maka akan menjadi kontrak produktif. Pada akhirnya pelaksanaan kebijakan tersebut menjadi salah kaprah dilapangan. 


Dengan serampangannya, kebijakan itu dilapangan diberlakukan kepada seluruh muslimin dari negara manapun dengan status apapun, bahkan terhadap warga muslim Amerika yang berstatus legal sekalipun. 


Ketakutanpun merebak dikalangan muslim Amerika dari berbagai entitas latar belakang keturunan. Hal itulah yang kemudian membangkitkan semangat solidaritas setiap warga Amerika untuk bangkit melawan dengan aksi dilapangan maupun secara prosedur sistem hukum yang berlaku.


Satu pelajaran yang kita dapat dari peristiwa hangat yang baru-baru ini terjadi di Amerika adalah bahwa pemimpin dengan mental rasis dan tendensius tidak akan pernah mendapat tempat dimanapun berada. 


Semoga kita semua terhindar dari pemimpin-pemimpin berkarakter seperti itu.

 


---
Salam Terbaik,


#Ilustrasi: Internet



Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+9+1

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari
SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors