Diantara Dua Cinta

image

Temujin adalah nama kecil yang disandang calon orang besar yang berasal dari salah satu suku terhormat Bangsa Mongol. Ia adalah cikal bakal raja diraja Bangsa Mongol yang berhasil mempersatukan suku-suku Mongol yang terserak dipadang savana disekitar wilayah Asia tengah, suku bangsa yang dikenal dengan kelihaiannya dalam berkuda dan kehidupan yang berpindah-pindah. 

 

Tinta sejarah dunia kemudian akan menggoreskan nama orang ini sebagai Genghis Khan, The Great Khan.

 

Kisah mahsyur yang banyak diketahui tentang Genghis Khan adalah bahwa Ia berhasil menguasai hampir sepertiga bagian bumi dalam pelukan kekuasaannya. Ia juga dikisahkan berhasil dengan brutal menguasai sebagian wilayah kekuasaan imperium Islam yang ketika itu memerintah dan menguasai belahan bumi lainnya.

 

Mungkin tidak banyak diantara kita yang mengetahui bagaimana Temujin melalui kehidupannya sebelum Ia meraih singgasana kebesarannya. Temujin telah melewati serentetan cobaan demi cobaan dalam petualangan hidupnya yang cukup panjang. 

 

Temujin memiliki pendirian yang kuat. Pada umur yang belum genap 9 tahun, Ia memilih sendiri istrinya dari kalangan suku terlemah diantara suku-suku yang ada. Temujin tetap berketetapan untuk memilih calon istrinya walaupun mendapat pertentangan dari Yesukhei, Ayahnya yang merupakan kepala suku terpandang dari klan suku yang cukup kuat.

 

Cerita petualangan Temujin dimulai tidak lama berselang hari setelah Ia memilih calon istrinya. Kisahnya bermula pada kematian Yesukhei yang diracuni oleh musuh sukunya dalam perjalanan pulang selepas Temujin memilih calon pasangan hidupnya.

 

Selepas kematian Yesukhei, Temujin menjadi seorang pelarian. Ia berlari dan bersembunyi untuk menghindari kejaran Targutai yang berupaya membunuhnya. Targutai merupakan orang kepercayaan Yesukhei yang kemudian berbalik menyerang Temujin dan keluarganya, setelah kematian Yesukhei. Targutai telah dikuasai nafsu kekuasaan dan Ia tidak ingin kekuasaannya diganggu oleh Temujin.

 

Dikisahkan dalam salah satu versi, Temujin menghabiskan masa pelariannya selama lebih dari 40 tahun. 

Ia tidak hanya survive dan bertahan dalam masa sulitnya, namun Ia berhasil mentransformasi dirinya menjadi seseorang dengan karakter yang kuat. Masa-masa keras dan sulit itulah yang kemudian menempa Temujin menjadi seorang tokoh besar kelak. 

 

Berkali-kali Temujin berhasil tertangkap, namun berkali itu pula Ia dapat meloloskan diri. Yang luar biasa adalah selama dalam pelariannya itu Temujin selalu memiliki kesempatan untuk mendatangi Hoelun, Ibundanya dan juga Borte, istri yang telah dipilihnya saat usianya yang masih belia. 

 

**********

 

Seperti halnya Saya, mentemen mungkin termasuk diantara yang penasaran untuk mengetahui darimana kekuatan yang mendorong Temujin untuk tetap survive dalam cobaan hidup dan meraih nama besarnya sebagai Genghis Khan di kemudian hari.

 

Temujin tidak memiliki modal apapun yang berperan menjadikannya sebagai tokoh besar selain mimpi dan cita-citanya serta rasa cintanya kepada bunda dan istrinya. 

 

Yaa... rasa cintanya kepada Ibunda dan istrinya itulah yang kemudian menjadikan perlu bagi Temujin untuk tetap menemui mereka ditengah masa pelariannya. Pertemuan dengan bunda dan istrinya ibarat sebuah terminal bagi Temujin untuk berhenti sebentar dan memperbaharui kekuatannya. 

 

Cintanya kepada Ibu dan istrinya itulah yang menyemangati Temujin untuk tetap mengejar mimpi dan cita-citanya. Dua cinta itu ibarat batu besar yang mendorong Temujin meraih kebesarannya di tengah derasnya cobaan hidup.

 

Semoga kita seperti halnya Temujin yang kelak akan berhasil dalam setiap cobaan hidup kita dengan sentiasa merawat dan selalu memperbaharui cinta kita pada Ibunda dan Istri kita...

 

---
Salam Terbaik,


#Ilustrasi: Internet


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+4+3

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari
SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors