PERJUANGAN

image

Sejarah Kota Jakarta sebagai salah satu kota besar, tidak sama dengan sejarah kota besar lain di Pulau Jawa semisal Bandung, Semarang, Jogya, dan Surabaya dalam hal perjuangan fisik melawan penjajah pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Banyak diantara kita yang kemudian mahfum bahwa di Jakarta tidak pernah terjadi perjuangan kontak langsung melawan belenggu tirani penjajah.

 

Di Surabaya kita mengenang gelora jihad yang kumandangkan Bung Tomo pada akhirnya membawa Kota Surabaya menjadi ladang perjuangan bangsa yang kita kenal sampai sekarang sebagai pertempuran 10 November 1945.

 

Kota santun seperti Yogyakarta juga lantas bertransformasi menjadi kota perjuangan dalam menghadapi agresi militer penjajah kala itu. Perjuangan yang diawali oleh penculikan para pemimpin bangsa di Yogya meletupkan semangat juang melawan penjajahan masyarakat Yogya untuk bangkit melawan pada tahun 1948.

 

Kita juga mengenal pertempuran lima Hari di Kota Semarang pada Oktober 1945. Peetempuran yang diawali oleh peristiwa gugurnya Dr. Karyadi, seorang pejuang, karena ditembak oleh pasukan pendudukan.

 

Bandung juga tidak kalah dalam partisipasi perjuangannya. Pada Oktober 1945, aksi heroik masyarakat Bandung yang rela meninggalkan & membumihanguskan rumah serta harta bendanya demi kemerdekaan hakiki menjadikannya dikenal dengan istilah Bandung lautan api. 

 

Kota Jakarta yang kita kenal kini lebih dikenal dengan perjuangan diplomasinya. Hal yang sangat wajar saja karena Jakarta sebagai Centre of Excellent, pusat pemerintahan, sehingga layaklah bila Jakarta tidak dikenal sebagai kota perjuangan fisik namun sebagai pusat perjuangan diplomatik.

 

Namun bila kita mau sejenak bernostalgia kebelakang, sesungguhnya kita akan menemukan serpihan sejarah perjuangan di Kota Jakarta. Perlawanan fisik melawan para penjajah yang berasal dari tempat yang sama dengan penjajah setelah era proklamasi dalam tampilan dan format perjuangan fisik yang berbeda dengan perjuangan setelahnya.

 

Perjuangan itu terjadi ketika Jakarta pada saat itu bernama Sunda Kelapa. Adalah penjajah Portugis yang datang menjajah Sunda Kelapa dengan membawa tiga misi sucinya pada tahun 1519. Penjajahan dilakukan Portugis dengan pertama kali ditandai dengan mendirikan benteng pertahanan dipesisir Kota Sunda Kelapa guna menghalau kemungkinan serbuan Spanyol ke wilayah nusantara.

 

Untuk melawan penjajahan itu dan membebaskan kembali wilayah Sunda Kelapa, Sultan Gunung Jati mengirimkan menantunya yang bernama Fathullah. Orang lokal mengenalnya sebagai sebagai Fatahillah, sementara penjajah Portugis menyebutnya sebagai Faletehan.

 

Pada akhirnya perjuangan Fatahillah membebaskan (Fatah) wilayah Sunda Kelapa sampai pada klimaksnya pada 22 Ramadhan 1933H bertepatan dengan 22 Juni 1527. Ketika Sunda Kelapa dibebaskan oleh pasukan Fatahillah, kemudian nama Sunda Kelapa di ganti menjadi "Fathan Mubina" atau dalam bahasa sanskertanya bernama "Jayakarta." Nama Fathan Mubina dan Jayakarta memiliki arti sama yaitu "Kemenangan yang diberikan."  

 

Nama "Fathan Mubina" yang berikan oleh Fatahillah selepas pembebasannya dari penjajah Portugis ini berasal dari Al Qur'an Surat Al Fath (Kemenangan) ayat 1, "Innaa fatahnaa laka fathan mubiinan" yang artinya "Sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu kemenangan yang nyata." Nama ini diberikan untuk mengingatkan generasi berikutnya, bahwa kemenangan atas perjuangan pembebasan Sunda Kelapa dari penjajah Portugis merupakan pemberian dari Allah SWT.  

 

*************

 

Hari ini warga Kota Jayakarta sedang menentukan masa depannya untuk masa lima tahun kedepan. Semoga kemenangan yang diberikan Allah SWT atas pembebasan Kota Sunda Kelapa beberapa abad silam kembali terulang kali ini, sehingga Kota Jayakarta terbebas dari belenggu tirani penjajahan model baru yand kita kenal saat ini.

 

Aamiin Yaa Robb... 

 

 

---

Salam Terbaik,
@ludwinardi
http://ludwinardi.com

 

#Ilustrasi: Perang Fatahillah - Internet


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 3+2+5

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari