Rantai yang Terputus

image

Hari ini, (mungkin) masyarakat barat tidak banyak yang mengenal sosok Michael Scott dan kontribusinya bagi peradaban barat yang kini menjadi kampiun peradaban itu, seorang cendikiawan pada era abad ke-13 yang berasal dari Skotlandia, Eropa Barat. Michael Scott adalah salah satu dari sekian banyak cendikiawan yang berasal dari daratan Eropa Barat yang menimba ilmu di bagian daratan Eropa bagian selatan. 

 

Sudah menjadi rahasia umum bahwa daratan Eropa Barat pada waktu itu dalam kondisinya yang paling memprihatinkan dalam segala bidang, ekonomi, perpolitikan, ilmu pengetahuan, dan bidang lainnya. Kondisi yang kemudian dikenal dengan era "dark ages." Era jaman kegelapan, yang dampaknya meliputi sebagian besar daratan Eropa terkecuali Eropa bagian selatan.

 

Tidak seperti kondisi sebagian besar daratan Eropa, daratan Eropa bagian selatan yang juga dikenal dengan sebutan daratan eropa medeterian saat itu mengalami kemajuan yang cukup pesat diberbagai bidang. Pada masa itu era "golden ages" atau jaman keemasan melingkupi sebagian besar wilayah daratan Eropa bagian Selatan.

 

Lantas bagaimana peran cendikiawan Michael Scott bersama kolega penuntut ilmu lainnya dalam kemajuan peradaban barat saat ini dan hubungannya dengan kondisi daratan Eropa saat itu?

 

Peran Michael Scott beserta para cendikiawan lainnya yang sedang menimba ilmu di Toledo, Spanyol, Eropa bagian selatan sangat penting dan besar bagi kemajuan peradaban barat yang kita kenal saat ini. Scott bersama koleganya menjadi kunci pembuka terhubungnya peradaban barat saat ini dengan peradaban yang telah maju pada era berabad-abad sebelumnya. Yaitu peradaban yunani kuno dan peradaban Islam.

 

Seperti kita ketahui bahwa peradaban barat saat ini mengklaim bahwa kemajuan yang dicapai mereka saat ini adalah berakar dari peradaban Yunani kuno an sich. Entah disengaja atau tidak, mereka seperti melupakan kontribusi peradaban Islam yang pernah gilang gemilang selama berabad lamanya. Peradaban Islam merupakan rantai yang terputus yang sejatinya mewarnai kemajuan peradaban barat. Peradaban Islam yang buah pemikiran dari ilmuwan-ilmuwannya berhasil meletakkan pondasi dasar bagi kemajuan peradaban barat saat ini.

 

Sebut saja salah satunya Ibn Rushd atau yang lebih dikenal dengan sebutan Averroes. Melalui karya-karyanya yang mengkritisi dan mengkoreksi karya keilmuwan cendikiawan Yunani seperti Aristoteles dan Plato, Ibn Rushd berhasil memberikan pondasi yang kuat bagi philosophy modern bangsa barat.

 

Peran Scott dan cendikiawan barat lainnya yang sedang menimba ilmu di selatan daratan Eropa sangat sentral dalam kontribusinya mentranslate buku-buku hasil telaahan ilmuwan muslim terhadap karya-karya ilmuwan Yunani kuno, seperti contoh salah satunya adalah Ibn Rushd diatas. Hasil karya transelasi Scott atas karya ilmuwan muslim tersebut kemudian di bawa ke teritorial Prancis yang saat itu menjadi pusat peradaban barat yang sedang merangkak tumbuh ditengah serba kekurangannya. 

 

Dari Prancislah kemudian ide-ide philosophy modern dari sisa peradaban Yunani kuno yang digubah dan dikritisi oleh para intelektual muslim tersebut tersebar keseluruh penjuru daratan eropa barat. Tak heran beberapa lama kemudian meletuslah revolusi di Prancis, yang konon diklaim sebagai tonggak kebangkitan peradaban barat pada abad-abad selanjutnya.

 

Jadi sudah sepatutnya peradaban barat saat ini berterima kasih kepada Michael Scott atas peran pentingnya, namun yang lebih penting harusnya mereka berterima kasih juga kepada peradaban Islam atas kontribusi besarnya dalam menjembatani dan menjadi mediasi kemajuan peradaban barat seperti yang dirasakannya saat ini.

 

---

Salam Terbaik,
@ludwinardi
http://ludwinardi.com

 

#Ilustrasi: Internet


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 6+1+4

SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors