The Indonesian Future Da'i

image


Pemuda itu bernama Ifdal Yusuf.

 

Bagi Indonesia, saat ini mungkin Ia bukan siapa-siapa, tapi beberapa tahun kedepan sepertinya pemuda ini akan banyak di kenal oleh masyarakat Indonesia. Tidak menutup kemungkinannya juga akan menjadi dikenal pula bagi komunitas muslim mancanegara, utamanya di daratan Amerika dan Eropa.

 

Brother Ifdal, begitu biasanya kami memanggilnya, dilahirkan dua puluh satu tahun yang lalu di Amerika Serikat. Ia adalah keturunan asli Indonesia, kedua orang tuanya berasal dari Indonesia yang menjadi diaspora di Amerika, mereka adalah asli keturunan dari suku Minang. Suku yang banyak berkontribusi melahirkan tokoh-tokoh besar Indonesia. Saya prediksi beberapa tahun kedepan akan lahir kembali tokoh Indonesia berdarah minang yang akan mendunia reputasinya, dan saya melihat tanda ini dari sosok Br. Ifdal Yusuf.

 

Sungguh takjub saya dibuatnya ketika mengetahui bahwa Br. Ifdal menjadi penghafal Al-Quran dalam usianya yang belia, 14 tahun. Setelah selesai menghafal Al-Quran, Ia menjadi murid langsung dari Ustadz Nouman Ali Khan, pendakwah kaliber yang banyak menjadi rujukan masyarakat muslim di Amerika.

 

Didalam madrasah asuhan Ustadz Nouman Ali Khan itu, Br. Ifdal setiap harinya mendalami makna Al-Quran & Hadiths; mempelajari Bahasa Arab, sirah; serta merujuki textbook keislaman dari para scholar Islam yang mewarnai pustaka dunia Islam sampai saat ini.

 

Saya tidak banyak tahu mengenai adik brother ini kecuali melalui cerita lantunan merdu tilawah Qur'annya. Konon Ia seringkali menjadi imam saat Ramadhan di IMAAM Centre Washington DC. Informasi ini Saya dapati dari banyak jamaah di IMAAM, yang membuat buncah penasaran saya semakin meluap.

 

Adalah ketika itu, tiba masanya untuk Saya berkesempatan bertemu dengan brother muda yang membanggakan ini, sebuah pertemuan yang awalnya tidak pernah sengaja direncanakan. Pertemuan itu terjadi di tengah perhelatan besar muslimin dari seluruh penjuru daratan Amerika, di acara Islamic Circle of North America-Muslim America Society (ICNA-MAS) Convention Bulan Mei 2017 lalu.

 

Brother Ifdal melalui kolaborasi ICNA-MAS bersama IMSA (Indonesian Muslim Society in America) menjadi pembicara pada salah satu panel konvensi mewakili kalangan Muslim Asia Tenggara. Muslim Indonesia dalam hal ini boleh berbangga karena diantara negara serumpun yang ada, Muslim Indonesia terpilih untuk mewakili konvensi berbahasa melayu pada ajang konvensi besar tahunan itu. 

 

Dan betul saja, malam itu ketika adik brother ini menyampaikan speechnya di acara konvensi itu, Ia bak menyihir audience dari berbagai umur, budaya & negara didepannya. Saya dan lebih dari 100 pendengarnya ketika itu dibuat takjub oleh kefasihan Br. Ifdal menyampaikan pesan-pesan robbaninya dalam Bahasa Inggris. Menyentuh dan banyak menasehati namun secara bersamaan tidak menggurui, paling tidak pernyataan itu saya rekam dari salah seorang penanya yang juga seorang kepala keluarga dirumahnya.

 

Semoga Brother Ifdal Yusuf kedepannya akan menjelma menjadi "the Indonesian Future Da'i" yang berkaliber dunia sehingga dapat memberikan warna tersendiri bagi, khususnya, komunitas muslim di Amerika dan Eropa. 

 

---

Salam Terbaik,
@ludwinardi
http://ludwinardi.com

 

#Ilustrasi: Sr. Desiyani Nurbaiti's Photo Collection


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+3+6