ULAR TANGGA

image

 

Berbahagialah bagi mentemen yang dulu pernah merasakan enaknya menjadi generasi  ular tangga dan monopoli. Generasi yang bermain dan bercanda ria dengan teman sebaya, tidak secara pasif dengan teknologi ciptaan manusia. Zaman yang dulu pernah berputar jauh sebelum munculnya gadget dan smartphone high-end seperti yang saat sekarang ini dikenal oleh para generasi jaman now.
.
Salah satu permainan dari banyak jenis permainan waktu itu adalah permainan “Ular Tangga”. Dan ternyata Saya baru ngeh bagaimana permainan sesederhana ular tangga dan semacamnya itu dulu perlu sesekali dimainkan anak-anak jaman now saat ini. Karena selain melatih interaksi mereka dengan teman sebayanya, permainan ular tangga juga melatih emosi dan bagaimana mereka mengelola emosi tersebut.
.
Adalah si Abang, anak ketiga Saya, yang kemudian mengajari Saya tentang itu. Dulu, ketika kali pertama memperkenalkan permainan ular tangga ini, salah satu tujuan Saya hanya ingin mengasah kemampuan matematikanya dalam menghitung cepat. Pekan lalu, ketika pertama kali Saya memantau si Abang bermain dengan teman-teman sebayanya, Saya menjadi sadar bahwa permainan tersebut juga melibatkan kemampuan anak dalam berinteraksi, mengenali dan mengelola emosinya.
.
Sebenarnya sejak awal pantauan Saya, Abang dan teman sebayanya, banyak memberi pelajaran kepada Saya. Ketika misalnya mereka berdebat diantara mereka, saling berteriak memberi semangat dan kadang dengan teriakan menjatuhkan. Saya pantau terus perubahan mimik dan sikap posisi duduk mereka. Riuh ramai tapi tetap mengasyikkan dan penuh pembelajaran.
.
Dan ketika mereka mulai memasuki tensi tinggi bermain dengan amarah diantara mereka, disitulah kemudian emosi mereka mulai meluap tinggi. Si Abang dan salah seorang temannya yang beroposisi dengan teman lainnya tampak gusar dan terlihat dalam emosi tinggi.
.
Akhirnya, permainan berakhir dengan saling dongkol dan saling ejek. Setelah asyik memantau dan mencari waktu yang tepat, Saya kemudian masuk diantara mereka untuk mengambil peran Saya. Kondisi itu tidak berlangsung lama sampai akhirnya mereka bermain bersama kembali dengan permainan barunya diluar rumah, sepak bola.
.
.
Salam Terbaik,
@ludwinardi

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari
SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors