Hidayah

image

 

Hidayah Islam itu milik Allah, sehingga menjadi kehendak mutlak Pemiliknyalah kepada sesiapa hidayah Islam itu diberikan. Bahkan seorang Nabi Muhammad-pun tidak kuasa untuk membimbing Pamannya terkasih, Abu Thalib, kepada hidayah Islam. 
Hidayah Islam kadang sangat mudah di terima oleh insan, namun tidak jarang juga hidayah itu begitu sulitnya untuk meluluhkan hati manusia. Lagi-lagi kisah Abu Thalib menjadi gambaran paripurna betapa tidak mudahnya hidayah itu di terima. Abu Thalib merupakan pelindung dan pendukung utama dakwah Nabi semenjak kematian Kakeknya, Abdul Muthalib. Menjelang kematiannya, Paman Nabi itu tidak juga luluh hatinya oleh hidayah Islam, walaupun Sang Nabi disamping turut mendampinginya.
Sebaliknya Allah sajikan kisah salah satu Sahabat utama Nabi, Umar Bin Khattab, sebagai pelajaran betapa mudahnya hati manusia diputarbalikkan sedemikian rupa oleh-Nya. Umar RA, merupakan pembenci dakwah Nabi sebelum hidayah itu datang Beliaulah salah satu musuh utama dakwah ini. Namun ketika Ayat-Ayat Quran diperdengarkan kepadanya secara tidak sengaja dirumah adik kandungnya sendiri, hati Umar yang begitu kerasnya menolak Islam itu menjadi luluh seketika, hingga akhirnya hidayah Islam datang kepadanya.
Kini, sebakda kisah bagaimana para generasi awal menerima dan mengingkari hidayah Islam dalam relung hatinya, cerita tentang bagaimana hidayah Islam datang dan pergi menghiasi perjalanan dakwah Islam dari seluruh penjuru dunia. Salah satu epic kisah mudahnya hidayah itu datang adalah seperti dialami sendiri oleh salah satu Brother sekaligus Sahabat Saya yang saat ini menetap di Washington DC, US. 
Kita-kira berikut ini kisahnya dalam paparan narasi yang disebut oleh bersangkutan sebagai “Journey to Heaven in 30 minutes.”
*****
Saya punya kebiasaan, atau mungkin sering  masih belum masuk kategori kebiasaan untuk selalu berucap “Alhamdulillah” dan “Inshaa Allah” dalam setiap kondisi.
Ketika ditanya penumpang Uber, misalnya, “how are you?” Saya selalu menjawab “Alhamdulillah, I am good, thanks.” Pun ketika client membutuhkan kepastian, Saya selalu menjawab “Inshaa Allah” yang tentunya dilanjutkan dengan kata “yes I will.”
Malam itu sekira jam menunjukkan pukul 10:00 malam waktu bagian timur Amerika, Richard namanya, berkata kepada Saya "please take care of her.” Rupanya Richard memesan jasa Uber untuk salah seorang temannya seorang wanita Afro Amerika. Menjawab permintaan Richard, spontan Sayapun membalas "Inshaa Allah, I will.”
Kemudian masuklah wanita tersebut kedalam mobil dan seketika bertanya agak terbata “you just said Inshaa Allah, are you Muslim?” Sontak Saya menjawab, “yes Alhamdulillah, I am a Muslim.”
“How to be a muslim?” selidik wanita itu lebih lanjut dalam perjalanan kami. Saya bilang, “it’s easy, all you do is just declared and you are become a muslim.” “But how?” tanyanya kembali penuh dengan rasa penasaran. Saya bilang “you just recite what we calls Syahadah.” Melihat peluang untuk mengajak, Saya kemudian lanjutkan dengan pertanyaan serupa tantangan “do you want to do it now?”
“Oh yes sure....!” Katanya menjawab tantangan Saya yang membuat sedikit terbelalak dan bergumam dalam hati “Alhamdulillah!” Akhirnya Saya tuntun wanita itu untuk bersyahadat. Tampak oleh Saya wanita itu  merekam seluruh prosesinya melalui video recorder smart phonenya.
“I am so excited!” Timpalnya selepas prosesi pengucapan syahadat, sambil jemarinya sibuk menshare video rekamannya kepada teman-teman mayanya dan menyatakan kalau dia kini sudah menjadi seorang muslim.
Kemudian Saya ajarkan kepadanya untuk selalu mengucapkan kalimat “Bismillah” dan ”Alhamdulillah” setiap kali akan melaksanakan dan menyudahi suatu pekerjaan. “Should I change my name?” Tanyanya kemudian. “Well, I will call you Sister Fatimah then,” usul Saya kepadanya. Rupanya Dia menyukainya dan bilang “I take it!”
Beberapa lama setelah kami sampai ditujuan, Fatimah kembali bertanya nomor telphone Saya, “If there is any questions I will call you,” begitu sergahnya. “You can call me anytime you want Sister,” jawabku singkat.
Saya berdoa semoga saja Sister Fatimah menjadi muslimah yang baik dan istiqomah.
*****
Brother Sister and mentemen sekalian, mari kita sama-sama Aaminkan doa Brother kita untuk kebaikan Fatimah dan kita doakan yang terbaik untuk Brother yang menjadi perantara hidayah bagi Fatimah...
Aamiin... Aamiin... Yaa Robbal Aamiin...
Salam Terbaik,
@ludwinardi

 

 


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari