THE RECIPE FOR SUCCESS

image

 

Peradaban kita sekarang sangat jauh dari mengenal Samuel Pierpont Langley. Sebuah nama yang pada akhir abad 18 sampai dengan permulaan abad 19 sempat menjadi buah bibir. Nama yang saat itu begitu menginspirasi khalayak Amerika dan dunia dalam usaha inovasinya dibidang aviasi modern yang ketika itu dalam masa perintisannya.
.
Langley berlatar pendidikan yang mumpumi. Ialah seorang profesional dengan berbagai jabatan yang prestisius yang disandangnya. Ia dikenal sebagai astronomer yang juga seorang elite di institusi nirlaba Smithsonian. Seorang Professor Matematika di United States Naval Academy sekaligus oberver pada Harvard College Observatory.
.
Dengan latar pendidikan dan berbagai jabatan prestisiusnya, menjadikan Langley “well connected” dengan para pengambil keputusan utama pemerintahan dan dunia bisnis Amerika. Dua nama relasi Langley yang ternama adalah diantaranya Alexander Graham Bell dan Andrew Carnegie. 
Tak heran semua akses dan dukungan di dapat dengan mudah oleh Langley. Departemen Pertahanan Amerika memberinya suntikan dana sebesar 50,000 USD. Sebuah angka yang sangat fantastis kala itu. Uang bukan masalah bagi Langley untuk merealisasikan proyeknya. Sangat beralasan bila dikatakan Langley sangat “well funded.”
.
Ia juga memiliki “the dream team” untuk menyokong mimpinya. Dengan para professional dan insinyur-insinyur terbaik dibelakangnya. Langley sangat “well supported.” Charles Manly, seorang insinyur mekanik yang brilian dari Cornel University dan seorang developer mobil pertama kali di New York, Stephen Balzer, merupakan dua diantara anggota tim terbaiknya.
.
Langley juga “well known” dengan mimpi ambisiusnya. Politik pencitraannya berimplikasi sangat luar biasa bagi ketenarannya. Para wartawan mengiringi kemanapun Langley melangkah. Ia menjadi langganan headlines di berbagai surat kabar di Amerika, The New York Times satu diantaranya.
.
Dengan segala sokongan dan dukungan luar biasa itu, dapat dikatakan Samuel Pierpont Langley sudah memiliki kunci resep kesuksesannya. Jalan Langley sudah sangat terbuka lebar menuju mimpi ambisiusnya: menjadi pertama kali yang menciptakan pesawat terbang. 
.
Pertanyaannya adalah kenapa kemudian sampai hari ini kita sama sekali tidak mengenal nama Samuel Pierpont Langley sebagai seorang pencipta pesawat terbang?
.
Sementara itu, di Daytona, Ohio. Ribuan mile dari tempat Langley mengejar mimpinya, duo bersaudara Orville dan Wilbur Wright juga berupaya untuk dapat menerbangkan sebuah mesin ke udara. Wright bersaudara memiliki mimpi yang sama dengan Langley, namun mereka menapaki mimpinya dengan caranya masing-masing.
.
Tidak seperti Langley, Wright bersaudara tidak memiliki relasi dengan siapapun. Mereka juga tidak “well funded.” Mereka membiayai sendiri mimpinya dari toko dan layanan servis sepeda miliknya sendiri. Wright bersaudara bukanlah seorang dengan latar belakang pendidikan yang baik. Individu-individu yang tergabung dalam tim Wright bersaudara bukanlah insinyur, bahkan beberapa diantaranya tidak menamatkan sekolah menengah atas. 
.
Apa yang dilakukan oleh Wright bersaudara bersama timnya sangat jauh dari publikasi. Bahkan dunia baru mengetahui keberhasilan Wright bersaudara menerbangkan pesawat selama 52 detik diketinggian 120 feet, beberapa hari setelah kejadian bersejarah itu terjadi pada 17 Desember 1903. Dunia tidak mengenal Wright bersaudara sebelumnya, mereka tidak memiliki semua apa yang disebut sebagai prasyarat sebuah kesuksesan.
.
Namun kenapa kemudian peradaban kita lebih mengenal Wright bersaudara sebagai seorang  pencipta pesawat terbang? Bukan Samuel Pierpont Langley dengan segala resep kesuksesan yang dimilikinya?
.
Bisa jadi Langley dan Wright bersaudara memiliki PASSION yang sama di bidang pengembangan teknologi aviasi. Passionlah yang menjadi bahan bakar penyemangat seseorang dalam melakukan apapun kontribusi dibidang yang digeluti. Namun, ada satu faktor penting yang membedakan kontribusi mereka sehingga berakhir pada hasil yang berbeda, adalah NIAT dan MOTIVASI.
.
Niat dan motivasi tertinggi Langley adalah Ia sangat berhasrat untuk menjadi yang pertama. Di atas segala tingkat perekonomian; posisi dan statusnya, Langley menggebu-menggebu untuk menjadi lebih kaya dan lebih terkenal. Ia ingin mengikuti jejak ketenaran Thomas A. Edison dan Alexander G. Bell dengan inovasi temuannya di awal peradaban modern. Dan tiket untuk meraih mimpi itu semua adalah melalui inovasi dan penemuan dalam dunia penerbangan. Menjadi yang pertama dalam penemuan mesin terbang.
.
“Wilbur and Orville were true scientists, deeply and genuinely concerned about the physical problem they were trying to solve - the problem of balance and flight,” simpul James Tobin seorang penulis biography Wright bersaudara. “Langley, on the other hand,” sambung Tobin, “did not have the Wrights’ passion for flight, but rather was looking for achievement.” Tutup Tobin ketika mengomentari sepak terjang Samuel Pierpont Langley dan Wright bersaudara.
.
THE RECIPE FOR SUCCESS yang sesungguhnya adalah PASSION, NIAT & MOTIVASI yang benar. Ibarat mobil, passion merupakan bahan bakar yang menjadikannya bergerak, sementara niat dan motivasi merupakan stir dan rem yang mengarahkan dan memberi batasannya.
.
.
Salam Terbaik,
@ludwinardi


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari
SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors