COURAGE AND COWARD

image

Kisah kepahlawanan Saifuddin Quthuz yang bergelar Sultan Al-Malik Al-Muzhaffar Sang Benteng Terakhir Peradaban Islam itu ternyata belum berujung. Namun kisah kelanjutannya tidak segilang gemilang kisah heroiknya memukul mundur pasukan Tartar yang bengis itu.

.

Dalam buku “Tharikh Khulafa,” Imam As-Suyuthi menggambarkan bagaimana akhir dari perjalanan hidup Sultan Al-Malik Al-Muzhaffar ini dalam lembaran sejarah peradaban Islam saat itu. Kisah yang pada akhirnya menjadi pelajaran terbaik bagi generasi-generasi setelahnya. Termasuk siapapun kita di era sekarang ini.

.

Adalah Ruknuddin Baybars Al-Bandaqari yang membawa prahara dalam jalan kehidupan Al-Muzhaffar. Ruknuddin merupakan orang terdekat Al-Muzhaffar pada awalnya, tangan kanan yang menjadi kepercayaannya. Seorang panglima perang yang turut menghentikan laju pasukan Kaum Tartar di celah sempit dalam pertempuran fenomenal: Ain Jalut.

.

Petaka tersebut sebenarnya tidak murni berasal dari Ruknuddin semata. Ada sebab musabab yang mendasari Ruknuddin sehingga melakukannya. Ruknuddin yang menjadi kepercayaan dan tangan kanan Al-Muzhaffar pada akhirnya membelot dan melakukan rencana pemberontakan.

.

Dikisahkan bahwa setelah memukul mundur Kaum Tartar, Al-Muzhaffar memasuki Damaskus sebagai seorang pemenang dan mendapatkan dukungan yang luar biasa besar dari rakyat. Penduduk Damaskus mencintainya dengan kecintaan yang memuncak. Sedangkan Ruknuddin terus mengejar orang-orang Tartar hingga ke wilayah Halb dan mengusir mereka dari negerinya.

.

Ketika itulah Al-Muzhaffar menjanjikan Ruknuddin untuk menjadikan Halb sebagai wilayah kekuasaannya kelak. Namun kemudian Al-Muzhaffar menarik janji dan keputusannya itu. Al-Muzhaffar ingkar kepada janjinya sendiri. Hal itulah yang menyakitkan Ruknuddin dan kemudian mendasari tindakannya pada akhirnya.

.

Sejak saat itulah muncul konflik antara Al-Muzhaffar dan Ruknuddin. Perseteruan yang kemudian berujung pada kematian Al-Muzhaffar di tangan Ruknuddin. Selepas peristiwa itu, Ruknuddin pun menobatkan diri sebagai sultan dan menggelari dirinya dengan “Al-Qahir” serta menghapuskan semua prilaku Al-Muzhaffar yang tidak baik.

.

Kisah kepahlawanan Saifuddin Quthuz yang bergelar Sultan Al-Malik Al-Muzhaffar Sang Benteng Terakhir Peradaban Islam itu berujung pada kematian ditangan mantan panglimanya sendiri yang berjuang bersamanya mengusir tentara Tartar. Kisah keberanian yang ditutup dengan dengan perilaku pengecut, ingkar terhadap janji karena nafsu kotor kekuasaan.

.

Semoga para generasi-generasi setelahnya dapat mengambil pelajaran secara utuh terhadap kisah ini.

.

Baca kisah sebelumnya di

http://ludwinardi.com/article/212354/benteng-terakhir.html

.

.

Salam Terbaik,

@ludwinardi


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Tema Wadah Ide
Ide Teranyar
Filling Ide
Ide yang Dikomentari
SLINK

Komunitasku

Komunitas Blogger Bekasi

 

Visitors